Amilase secara intensif digunakan dalam industri pangan untuk menghasilkan pemanis dan memperoleh glukosa, mebuat sirup glukosa untuk industri farmasi dan bir. Pada saat prosesing pati banyak menggunakan suhu tinggi maka enzim amylase yang termostabil menjadi kebutuhan. Enzim ini dihasilkan oleh mikroorganisme termotoleran seperti Chaetomium thermophilum, Scytalidium thermophilum atau Thermomyces lanuginosus. Alfa amylase adalah endo-enzim yang bekerja pda ikatan gula bagian dalam dari rantai molekul menghasilkan maltodektrin sebagai produk akhir. Glukoamilase adalah ekso-enzim yang menghidrolisis molekul pati dari sisi non-reduksidan membebaskan glukosa sebagai produk akhir.

Rhizopus microsporus var. rhizopodiformis menghasilkan alfa-amilase dan glukoamilase dalam jumlah tinggi pada fermentasi substrat padat dengan beberapa limbah pertanian seperti sekam, tepung singkong, bagas, jerami, tongkol jagung dan sebagainya. Bahan yang digunakan harus dibaashi terlebih dahulu. Kultur yang baik adalah yang memiliki pH awal 5 pada suhu 450C selama 6 hari dengan kelembapan relative sekitar 76%.

Sumber:

Peixoto-Nogueira. S. C., V. C. Sandrim., L. H. S. Guimara˜es ., J. A. Jorge., H. F. Terenzi., and M. L. T. M. Polizeli. 2008. Evidence of thermostable amylolytic activity from Rhizopus microsporus var. rhizopodiformis using wheat bran and corncob as alternative carbon source. Bioprocess Biosyst Eng. 31:329–334