Biosurfaktan

Biosurfaktan adalah molekul amfipatik yang dapat dibedakan dalam senyawa dengan berat molekul rendah seperti glikolipid, fosfolipid dan lipopeptida dan surfaktan dengan berat molekul tinggi seperti polisakarida, protein, lipoprotein atau biopolymer kompleks lainnya (Rahman and Gakpe, 2008). Biosurfaktan termasuk dalam surfaktan (SURFace ACTive AgeNTS) dan memiliki dua bagian yaitu bagian hidrokarbon yang kurang suka air (sisi hidrofobik) dan bagian yang suka air (hidrofilik). Bagian hidrofobik diantaranya adalah asam lemak rantai panjang, asam lemak hidoksi, asam lemak hidroksil atau asam lemak a-alkil-b-hidroksi, sedang sisi hidrofilik dapat beupa karbohidrat, asam amino, peptide siklik, fosfat, asamkarboksilat atau alcohol (Van Ginkel, 1989).

Biosurfaktan memiliki aplikasi yang menarik karena sifat-sifat fungsionalnya yang luas termasuk di dalamnya kemampuan dalam pembasahan, pembuihan, emulsifikasi, reduksi viskositas, pemisahan dan pelarutan. Kemampuan tersebut banyak dimanfaatkan dalam industri pembersih, pertanian, konstruksi, pangan, kertas, industri logam, tekstil, kosmetik, farmasi, kulit, dan industri petrokimia termasuk dalam aplikasi dilingkungan untuk bioremediasi. Biosurfaktan memiliki kelebihan karena mudah didegradasi, toksisitasnya rendah, dan dapat dihasilkan dari substrat yang bernilai ekonomi rendah ataupun limbah (Kosaric, 2001).

Surfaktan dihasilkan oleh berbagai mikrobia (bakteri dan jamur), sebagai produk ekstraselular terutama jika ditumbuhkan pada n-alkana atau yang sejenis. Namun demikian, beberapa surfaktan microbial dapat dihasilkan pada substrat yang larut air

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>