Aku bersyukur karena kini tiap siang telah ada lagi pengajian di televise sehingga siang hari di hari minggu tidak lagi harus melihat acara-acara yang tak bermakna bagi hati.
Hari ini ada ilmu yang cukup menarik berkait dengan menyambut hari anti korupsi. Tema tentang korupsi dibahas dengan gamblang.
Salah seorang yang juga ikut menyampaikan adalah mantan menteri olahraga (AD). Ada yang menarik yang ia sampaikan. Salah satu adalah cerita yang sudah sering kita dengar yaitu tentang seorang ibu dan anak gadisnya yang akan mencampur susu dengan air (mengurangi timbangan?). Namun keshalihan anak gadis ini menjadikan sang khalifah menjadikan ia sebagai menantunya hingga akhirnya melahirkan seorang ulama yang sangat terkenal hingga kini Umar bin Abdul Aziz.
Cerita yang juga tak kalah menariknya, meskipun telah kudengar berulang-ulang namun tetap menimbulkan getar di hati,yaiti kisah seorang pemuda yang menemukan apel kemudian dimakan dan saat separuh termakan ia baru ingat belum minta ijin dengan pemiliknya (kita juga baru saja melihat kasus seorang ibu yang mengambil biji kakao,orang yang mengambil semangka, pisang dsb). Setelah berjalan dan tertanya akhirnya ia ketemu dengan sang pemilik kebun. Sayang permohonan maaf dan ijin karena apel separuh telah masuk perutnya tidak diterima oleh pemilik kebun. Pemilik kebun mau memaafkan dan mengikhlaskan asal ia mau menikahi anaknya yang lumpuh, buta dan tuli. Pemuda ini kaget, namun karena ia meras berdosa dan tidak ingin hidupnya dilumuri dosa maka ia dengan tegas menjawab ia sanggup asal terampuni dosanya. Saat telah menikah ia kaget ternyata gadis itu amatlah cantik dan yang dimaksud lumpur adalah karena tidak pernah berjalan ketempat maksiat, buta karena tidak pernah melihat barang yang diharamkan untuk dilihat dan tuli karena tidak pernah mendengarkan omongan-omongan yang menyesatkan hati. Dan dari mereka kemudian lahirlah ulama yang amat terkenal Abu Hanifah.
Menjelang akhir ceramah ada cerita yang cukup menarik. Seekor binatang ditanya oleh malaikat: “Hai kerbau, ridhlokah engkau atas nikmat Allah yang engkau terima karena hanya mandi dikubangan? Kerbau itu menjawab: “Ya Malaikat, aku ridlho atas nikmat ini, dibandingkan kelelawar yang mandi dengan air kencingnya sendiri?. Lalu malaikat menemui kelelawar: Hai kelelawar ridhokah kamu yang mandi dengan air kecingmu sendiri? Kelelawar itu menjawab: “aku ridlho atas nikmat ini karena aku tetap dapat menikmati alam dengan kelebihan inderaku sehingga dapat terbang di malam hari dan mencari buah yang nikmat di alam bebas dibandingkankan cacing yang selalu di dalam tanah dan berjalan dengan perutnya. Lalu malaikat datang ke cacing: Hai cacing ridhlokan kamu dengan nikmat yang diberikan Allah ini? Cacingpun menjawab: “Aku ridhlo ya Malaikat atas nikmat ini dibandingkan dengan manusia yang tahu bahwa yang dimakan itu haram karena hasil korupsi namun ia tetap serakah memakannya.
Jadi? Jika kita ditanya malaikat apa jawaban kita?Semoga kita tidak termasuk yang disindir oleh cacing tersebut. Insya Allah.