faktor-faktor yang mempengaruhi kesabaran

Nur Hidayat

1. Memperhatikan konsumsi makanan 

kita haruslah mengkonsumsi makanan yang dihalalkan untuk dikonsumsi, makan tidak berlebihan meskipun mampu membelinya. Menghindari mengkonsumsi makanan yang meningkatkan hawa nafsu. Makanan ini kini justru banyak diiklankan agar kita mengkonsumsinya. Dengan makanan peningkat hawa nafsu dan vitalitas sering menjadikan kedekatan kita pada Allah mengendur. Jika kita selalu tergoda perbanyaklah puasa sunnah, karena oranng puasa akan banyak pahalanya dan menjauhi dosa yang sering dilakukan saat tidak puasa.

2. Sabar terhadap pandangan mata

Pandangan mata haruslah dapat kita kendalikan, karena banyak perbuatan kita diawali dari mata. Mata kadang dapat menyebabkan perselingkuhan yang berujung pada percekcokan dan ketidakharmonisan keluarga. Banyak orang yang telah tua berbuat tidak senonoh dengan anak kecil dengan alasan istri sudah meninggal atau jadi TKI.

3. Menghibur jiwa dengan hal-hal yang dibolehkan agama

Hiburlah jiwa kita dengan menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Daripada menonton acara TV yang menonjolkan bencong, lawak yang mengolok-olok kelemahan orang lain, membuka aib dsb lebih baik membaca buku agama atau pengetahuan yang memperkuat iman kita. Jangan sampai tontonan menjadi tuntunan dan tuntunan dijadikan tontonan (ikut pengajian hanya mau jika ustadznya suka melawak, sehingga yang diingat hanyalah lawakannya bukan materinya) ketika ditanya: bagaimana pengajiannya? Dia jawab: bagus sekali, ustadznya lucu, sampai keluar airmataku saking lucunya…”

4.  Berpikir terhadap kerusakan duniawi

Banyak diantara kita yang tidak peduli pada lingkungan, membuang sampah semaunya. Maka untuk meningkatkan kesabaran kita, kita perlu memperbaiki lingkungan, setidaknya dari keluarga kita, biarlan menjadi panutan. Jangan malah ikut merusak alam. Menjaga alam adalah bukti keimanan kita yang menghargai ciptaannya.

5.       Merenungkan kejadian-kejadian buruk akibat hawa nafsu

kita kadang mendengar atau melihat adanya kematian orang yang mabuk akibat pesta miras, kita sering hanya menyalahkan tanpa merenungkannya bahwa itu ada diantara kita. Kita sering lupa membentengi diri kita dan keluarga kita. Marilah kita gunakan setiap kejadian untuk menyadarkan kita dan menjadikan kita semakin dekat pada Allah SWT.

Hama nafsu yang cukup banyak terdapat pada diri kita adalah nafsu amarah. Kita mudah marah, bahkan kadang hanya oleh masalah sepele. Rasulullah SAW bersabda: “Orang kuat bukanlah si jago gulat.orang kuat adalah orang yang dapat mengasasi dirinya ketika marah.” (HR Bukhari dan Muslim) 

 

Tags:

One Response to faktor-faktor yang mempengaruhi kesabaran

  1. Rizki says:

    sangat bagus, tapi permasalahannya saya aaaldh orang pemarah, memang saya tidak berada pada lingkungan yang selalu memicu kemarahan saya, namun sometimes saya tidak sadar kalau saya dalam keadaan marah bagaimana mengkontrolnya? terimakasih ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>