Sprirulina telah lama digunakan oleh manusia sebagai sumber nutrisi dan kesehatan untuk dirinya atau ternaknya. Berikut kami sajikan komposisi kimia Sprirulina terutama bagi mereka yang kesulitan mencari pustaka untuk penelitian atau membuat karya ilmiah. Sumber bacaan adalah:
Habib, M.A.B.; Parvin, M.; Huntington, T.C.; Hasan, M.R. A review on culture, production and use of spirulina as food for humans and feeds for domestic animals and fish. FAO Fisheries and Aquaculture Circular. No. 1034. Rome, FAO. 2008. 33p.
Protein berkisar 55 – 70 % berdasar berat kering tergantung sumber Sprirulina. Protein ini mengandung semua asam amino. Kadar metionin, sistein danlisin lebih rendah dibandingkan daging, telur dan susu namun lebih tinggi dari leguminosa.
Asam lemak esensial: kandungan PUFA (polyunsaturated fatty acids) sebesar 1,5 – 2,0 % dari total lipid sebanyak 5 – 6 %. Spirulina kaya akan γ-linolenic acid (36 % dari PUFA), asam linoleat, asam stearidonat, eicosapentaenoic acid (EPA), docosahexaenoic acid (DHA) dan arachidonic acid (AA).
Vitamins: Spirulina mengandung vitamin B1 (thiamine), B2 (riboflavin), B3 (nicotinamide), B6 (pyridoxine), B9 (folic acid), B12 (cyanocobalamin), vitamin C, vitamin D dan vitamin E.
Minerals: Spirulina kaya akan potassium,d an juga mengandung Klasium, khromium, besi, magnesium, mangan, phosphor, selenium, sodium dan zinc.
Pigmen: Spirulina mengandung banyak pigmen meliputi khlorophyll a, xanthophyll, betacarotene, echinenone, myxoxanthophyll, zeaxanthin, canthaxanthin, diatoxanthin, 3-hydroxyechinenone, beta-cryptoxanthin, oscillaxanthin, phycobiliproteins c-phycocyanin dan allophycocyanin
Komposisi tepung spirulina komersial adalah protein 60%, karbohidrat 20%, lemak 5%, mineral 7 % dan kadar air 3 – 6 %,