Optimasi Degradasi Lipid dan Surfaktan Oleh Isolat Bakteri Lokal dan Aplikasinya Pada Unit Biofilter Horisontal

Nur Hidayat

Ringkasan Disertasi

Deterjen dan lipid merupakan polutan yang sering terdapat pada limbah rumah tangga, rumah makan dan hotel terutama skala kecil dan menengah. Kedua komponen limbah ini sering tidak diperhatikan karena fokus utama pengolahan limbah lebih memperhatikan nilai BOD dan COD. Lipid dapat dipisahkan dengan proses fisis dan kimia sedang yang terlarut harus diolah secara biologis. Deterjen dengan kandungan utamanya surfaktan sulit dipisahkan dengan cara fisis dan kimia karena larut dalam air. Oleh sebab itu diperlukan mikroorganisme yang mampu menggunakan kedua substrat tersebut secara simultan.

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh isolat bakteri yang mampu menurunkan kandungan lipid dan surfaktan dan dapat digunakan pada unit pengolah limbah setelah diketahui kondisi optimumnya.

Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap percobaan yaitu: (1) isolasi, seleksi dan identifikasi bakteri yang mampu menurunkan kandungan lipid dan surfaktan pada medium, (2) optimasi suhu, agitasi, pH, konsentrasi deterjen, konsentrasi lipid, dan jumlah inokulum terhadap persentase penurunan lipid dan surfaktan, (3) optimasi waktu inkubasi dan jumlah sukrosa ditambahkan terhadap jumlah bakteri dihasilkan dan (4) optimasi jumlah inokulum dan laju aliran terhadap persentase penurunan surfaktan, lipid, BOD dan COD.

Biodegradasi lipid

biodegradasi lipid pada biofilter

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) isolat bakteri yang mampu menurunkan kandungan lipid dan surfaktan paling tinggi adalah Bacillus cereus N-09. (2) kondisi optimum degradasi adalah pH = 6,09 suhu = 29,910C dan agitasi = 127,08 rpm yang menghasilkan persentase penurunan surfaktan 93,20 % dan lipid 72,43 %. Nilai optimum untuk jumlah inokulum adalah 2,84 %, deterjen 1,0 g/L dan minyak nabati 1,5 mL/100 mL  yang menghasilkan penurunan surfaktan sebanyak 95,12 % dan lipid 66,37 %. (3) Kondisi optimum untuk produksi inokulum adalah dengan konsentrasi gula 15 %  dan waktu inkubasi 2 hari yang menghasilkan  jumlah total bakteri 3,0 X 109 sel/mL. (4) Optimasi pada biofilter kerikil horisontal adalah laju aliran influen sebesar 3,37 L/hari (hydroulic loading = 93,61 L/hr/m2) dan jumlah inokulum 5,90 % yang mampu menurunkan BOD 86,63 %, COD 86,33 %, LAS 96,62 %, lipid 80,92 % dan pH efluen menjadi 6,32. Penggunaan biofilter kerikil horisontal  memiliki kemampuan sama dengan model vertikal dalam memperbaiki kualitas efluen limbah namun lebih hemat tempat dan energi.

Berdasarkan atas hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa isolat bakteri Bacillus cereus N-09 mampu menurunkan lipid dan surfaktan pada limbah dengan unit pengolah limbah biofilter kerikil horisontal.

Tags: , , , ,

One Response to Optimasi Degradasi Lipid dan Surfaktan Oleh Isolat Bakteri Lokal dan Aplikasinya Pada Unit Biofilter Horisontal

  1. You pointed roughly finicky subject matter. These tips are very beneficial.
    My site is about Healthy Cholesterol Recipes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>