Pelatihan K3 di laboratorium

Dikirim oleh humas3 pada 23 Desember 2011 | Komentar : 0 | Dilihat : 266

Pelatihan Keselamatan Dan Kemanan Kerja Laboratorium
Pelatihan Keselamatan Dan Kemanan Kerja LaboratoriumLaboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH UB) pada Kamis (22/12) menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan Dan Kemanan Kerja Laboratorium untuk para peneliti muda dan laboran di lingkungan UB.

Pada sesi pertama pelatihan diisi oleh Dra. Fatchiyah M.Kes., Ph.D dengan materi pengenalan dan pelabelan bahan kemikalia berbahaya, dosis untuk hewan coba dan symbol di laboratorium.

“Pelabelan bahan kemikalia berbahaya adalah salah satu  peraturan tentang bahan berbahaya untuk melindungi atau menjaga bahan-bahan berbahaya terutama  untuk keselamatan  kerja,” ungkapnya.Pelabelan bahan kemikalia berbahaya ini menggunakan simbol bahaya berupa piktogram dengan tanda hitam pada latar belakang oranye. Kategori bahaya untuk bahan dan formulasi ditandai dengan simbol bahaya yang terbagi dalam tiga jenis yaitu resiko kebakaran dan ledakan (sifat fisika-kimia), resiko kesehatan (sifat toksikologi) atau kombinasi dari keduanya.

Beberapa simbol-simbol bahaya termasuk notasi  bahaya dan huruf kode diantaranya Explosive (bersifat mudah meledak) dilambangkan dengan kode huruf E. Oxidizing (pengoksidan) dilambangakan dengan kode O dan Highly flammable (sangat mudah terbakar) dilambangkan dengan kode huruf F. Selain itu pelabelan digunakan untuk bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan dan perusak jaringan.

“Para personil laboratorium perlu memahami simbol-simbol tersebut untuk menjaga keselamatan kerja,” pungkasnya.

Sedangkan pada sesi dua pelatihan diisi oleh Dr.Ir.H. Nur Hidayat, MP dengan memaparkan keselamatan dan keamanan kerja. Hidayat menyampaikan setiap instansi maupun unit kegiatan kerja harus memikirkan keselamatan para personilnya.

“Karena laboratorium adalah tempat bekerja karyawan, dosen, asisten dan mahasiswa maka perlu dipikrkan keselamatan kerja dalam laboratorium tersebut,” ungkapnya.

Keselamatan kerja di laboratorium terkait dengan peralatan yang digunakan, pelabelan bahan kimia berbahaya beserta pencegahannya serta kecelakaan yang mungkin terjadi akibat kebakaran  maupun disebabkan bahan kimia.

“Oleh karenanya sebuah laboratorium harus memiliki kebijakan keselamatan secara menyeluruh dengan tanggung jawab yang terletak di tangan Direktur atau Ketua/Kepala Laboratorium maupun seluruh elemen laboratorium ,” paparnya

Selain itu keselamatan laboratorium memerlukan audit keselamatan dan standard operating procedure (SOP) secara berkala pada metode, bahan kimia, peralatan yang digunakan maupun keselamatan kerja bagi personil.

Hidayat juga memaparkan pentingnya pelayanan pemeliharaan dan kebersihan laboratorium dengan melibatkan petugas kebersihan seperti adanya prosedur pemeliharaan, servis rutin dengan mengetahui bagian-bagian yang harus dibersihkan dan bagaimana cara membersihkan setiap peralatan yang digunakan.

“Kebersihan laboratorium juga perlu didukung dengan peraturan keamanan dan keselamatan untuk petugas pegawai,” ungkapnya.

Untuk menciptakan lingkungan laboratorium yang aman perlu juga adanya daftar cek keamanan yang terdiri dari bagaimana fasilitas penyimpanan yang ada, pemanas dan ventalilasi, pencahayaan, layanan serta pencegahan terhadap proteksi api.

Hidayat menutup presentasinya dengan memaparkan perlunya pembuangan limbah laboratorium untuk menghindari kerusakan lingkungan. [arr]

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>