peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha’. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’ (QS Al Baqarah: 238)”

Shalat adalah kewajiban bagi setiap muslim setelah kita bersyahadat. Dalam keseharian dan dengan alas an berbagai kesibukan dunia, seringkali dalam melaksanakan shalat kita terkesan sekedar melaksanakan kewajiban, bukan memelihara shalat.

Perintah “peliharalah segala shalat(mu)” mengindikasikan adanya kecenderungan kita untuk tidak shalat dengan benar. Memelihara shalat mestinya kita maknai bahwa kita mempersiapkan diri dengan baik sebelum menjalankan shalat. Sebelum shalat kita laksanakan, maka kita menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang mengarah pada pengabaian menuju shalat.

Persiapan dan menjaga diri yang paling berat adalah disaat siang dan sore hari karena waktu tersebut adalah waktu yang paling sibuk bagi manusia untuk urusan dunia.

Waktu shalat Dhuhur dan Ashar sering terabaikan dengan segala kesibukan. Jangankan mempersiapkan, bahkan sering kali terlewatkan atau setidaknya kita melaksanakan shalat dengan tergesa-gesa. Saat waktu shalat datang, kadang rapat sedang seru-serunya sehingga tidak mungkin ditinggalkan. Seringkali ketika terdengar kumandang adzan, rapat dihentikan sejenak dan saat adzan usai kegiatan berlangsung kembali dan bukannya mengerjakan shalat.

Tentunya akan lebih nikmat jika saat terdengar adzan berkumandang, rapat dihentikan untuk mempersiapkan shalat berjamaah dan setelah itu rapat dapat dilangsungkan kembali. Andai cara ini dilakukan mungkin kita kita akan semakin memahami “berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk”karena seluruh peserta rapat ikut berjamaan dan masuk kembali dengan kecerahan hati.

Mampukan kita memelihara shalat dan berdiri dengan khusyuk disaat kita sibuk sehingga kita mamapu memelihara shalat Wusthaa?

Hanya hati dan kemauan diri kita yang harus menjawab.

Semoga kita mampu memelihara shalat dan tidak sekedar mengerjakan shalat

Mohon maaf jika ada salah dalam memahaminya, karena ini memang bukan tafsir tapi mencoba memahami ayat-ayar Al Qur’an dari hidup keseharian.