Jamur

Jamur tersebar luas di alam dengan jumlah spesies yang telah dikenal sekitar 100.000. Jumlah spesies diperkirakan mencapai 9,9 juta. Jamur ada yang hidup secara saprofit adapula yag pathogen bagi manusia. Beberapa diantaranya bersimbiosis dengan organism lainnya. Sekitar 800 spesies jamur baru dipublikasikan pertahun dan sebagian jamur yang telah diiedntifikasi sekarang mati atau tidak termanfaatkan. Spesies – spesies yang belum dijabarkan manfaatnya tidak hanya berada di daerah tropis tetapi juga sampai ke Eropa baik makro atau mikro jamur.

Jamur memiliki peran yang sangat penting dalam siklus karbon di bumi. Mereka terlibat dalam pengembalian 85 Gt karbo ke atmosfir melalui proses dekomposisi dengan total biomass jamur mencapai 15 Gt dengan karbon sekitar 5 Gt, sebagai pembanding karbon yang ada pada seluruh manusia mencapai 5,5 Gt. Selain berkait dengan penangkapan karbon untuk membentuk biomass, jamur juga menghasilkan asam oksalat ke dalam tanah dan batuan, dimana mineral silikat akan diubah menjadi senyawa yang mengandung karbon.

Jamur memiliki peran ekonomi yang cukup besar bagi manusia baik di bidang kesehatan, pangan dan farmasi. Dalam sector kimia, kapag adalah penghasil asam organik yang penting. Produksi asam sitrat menggunakan Aspergillus niger mencapai 880.000 ton dalam tahun 1998. Asam organik ini digunakan untuk aditif makanan dan minuman. Antibiotika selama ini juga dihasilkan oleh jamur.

Jamur jamur untuk makanan dan medis banyak diproduksi masyarakat di berbagai daerah. Jamur tiram merupakan jamur yang kini popular di Indonesia selain jamur merang, jamur kuping dan sebagainya. Produsen utama jamur saat ini adalah Cina. Tempe merupakan produk fermentasi tempe yang banyak di konsumsi di Indonesia. Dalam bidang medis, Ganoderma merupakan jamur yang dianggap memiliki dampak kesehatan terutama untuk melawan kanker. Produk baru dari jamur yang sukses secara ekonomi adalah “Quorn” yaitu ptotein jamur dari proses fermentasi menggunakan Fusarium venenatum yang kii banyak dikonsumsi di Inggris.

Industri enzim kini juga banyak melibatkan peran serta jamur, terutama dari Aspergillus  dan  Trichiderma  spp. Enzim yang diproduksi mencakup selulase, lakase, lipase, pektinase, protease dan xylanase.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>