World Accreditation day

Pada hari Selasa 11 Juni 2013 saya mewakili LSIH UB menghadiri acara hari akreditasi dunia di KAN. berikut berita lengkapnya dari BSN
Menghadapi situasi dimana arus keluar masuk barang dari dan ke luar negeri semakin bebas, akreditasi memegang peranan penting dalam mengendalikan situasi tersebut. Akreditasi adalah pengakuan formal atas kompetensi lembaga penilaian kesesuaian untuk melakukan kegiatan penilaian kesesuaian tertentu.

Oleh karenanya, Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai institusi yang berperan dalam sistem akreditasi terus berusaha memperkuat diri agar keberterimaan dan kepercayaan terhadap hasil akreditasi oleh KAN terus meningkat.

akreditasi_05Maka, dalam rangka memperingati Hari Akreditasi Dunia Tahun 2013, Komite Akreditasi Nasional (KAN)/Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengadakan kegiatan Pertemuan Teknis Laboratorium, Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi bertema “Peranan Akreditasi Dalam Memfasilitasi Perdagangan Dan Skema Penilaian Kesesuaian Dalam Penguatan Daya Saing Perekonomian” di Jakarta (11/06/2013).

Pertemuan Teknis yang dihadiri oleh sekitar 900 stakeholder dari seluruh wilayah Indonesia itu, sekaligus untuk saling berkoordinasi secara sinergis diantara pihak-pihak terkait dalam mengimplementasi kerjasama di bidang akreditasi dan penilaian kesesuaian. Tentunya, dengan tujuan meningkatkan keberterimaan yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan nasional. Komunikasi juga perlu dibangun diantara regulator, lembaga penilaian kesesuaian, kalangan industri, konsumen dan KAN serta instansi terkait untuk lebih menjamin implementasinya.

Ketua KAN yang juga Kepala BSN, Prof. Bambang Prasetya dalam Opening Speech-nya mengatakan, tanggal 9 Juni 2008, ILAC dan IAF sepakat untuk pertama kalinya memperingati Hari Akreditasi Internasional, sebagai sarana untuk meningkatkan awareness dari berbagai pihak tentang pentingnya peran akreditasi kepada seluruh stakeholders. Peran akreditasi telah dibuktikan melalui berbagai survei, diantaranya yang dilakukan oleh ISO, UNIDO, dan IAF pada tahun 2010 s/d 2011. Dalam survey tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi yang terakreditasi memberikan keuntungan yang sangat positif bagi regulator/pemerintah, industri dan konsumen khususnya dalam hal manfaat ekonomi.

Di sisi lain, semua pihak terkait perlu memperhatikan penilaian kesesuaian –salah satunya akreditasi, dalam melaksanakan peraturan teknis. Wakil Menteri Perdagangan Alex S.W. Retraubun dalam kesempatan tersebut mengatakan, Sistem Penilaian Kesesuaian yang akan ditetapkan adalah untuk membuktikan bahwa produk yang dihasilkan oleh industri benar-benar memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Menurut Alex, ketersediaan Lembaga Penilaian Kesesuaian yang terdiri dari Lembaga Sertifikasi Produk (LsPro), Laboratorium Uji dan/atau Lembaga Inspeksi, harus menjadi perhatian baik secara kualitas maupun kuantitas.

Prof. Bambang menginformasikan, KAN telah menandatangani saling pengakuan (MRA dan MLA) untuk sistem akreditasi lembaga sertifikasi sistem manajemen, lembaga sertifikasi sistem manajemen lingkungan, lembaga sertifikasi produk, laboratorium uji, laboratorium kalibrasi, lembaga inspeksi dan laboratorium medis. Pada tahun 2013, KAN telah mampu menambah lingkup MRA laboratorium medik dan MLA PAC Sistem manajemen keamanan pangan sebagai negara pertama di asia pasifik yang mendapatkan perluasan lingkup keamanan pangan tersebut.

Hingga saat ini, ketersediaan Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yang sudah diakreditasi KAN mencapai 720 laboratorium penguji, 166 laboratorium kalibrasi, 28 laboratorium medis, 34 lembaga inspeksi, 30 lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu, 33 lembaga sertifikasi produk, 12 lembaga sertifikasi sistem manajemen lingkungan, 8 lembaga sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan, HACCP, lembaga sertifikasi pangan organik, 14 lembaga penilai pengelolaan hutan produksi lestari, 11 lembaga verifikasi legalitas kayu, 5 lembaga sertifikasi personel, dan 2 lembaga sertifikasi ekolabel. Lembaga penilaian kesesuaian tersebut diharapkan mampu memfasilitasi para pemangku kepentingan khususnya dalam meningkatkan akses pasar dalam perdagangan yang pada akhirnya meningkatkan daya saing perekonomian.

“KAN berusaha untuk terus meningkatkan kualitas akreditasi dengan mengembangkan skema penilaian kesesuaian yang dibutuhkan pasar dan yang menjadi tuntutan perkembangan teknologi terkini. Pada tahun 2013 skema yang dikembangkan antara lain sertifikasi sistem manajemen mutu peralatan kesehatan, provider reference material, green house gases, sistem manajemen energi dan Indonesia Sustainable Palm Oil,” tambahnya.

Menteri Negara Riset dan Teknologi, Prof. Gusti Muhammad Hatta menilai, Sistem Akreditasi yang telah dijalankan KAN selama ini dan Infrastruktur Riset dan Teknologi Nasional telah berjalan sinergi dalam mendukung pencapaian visi pembangunan jangka panjang nasional dan MP3EI. Infrastruktur Riset dan Teknologi bekerja di hulu dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan KAN mengalirkan produk riset yang dihasilkan ke hilir.

Pada pertemuan teknis tersebut, Prof. Gusti –didampingi Prof. Bambang berkenan menyerahkan sertifikat akreditasi kepada 56 laboratorium serta 5 lembaga sertifikasi pada pertemuan teknis tersebut. (dnw/nda)

Sumber : BSN

One Response to World Accreditation day

  1. Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai badan akreditasi yang mewakili Indonesia dalam forum Pacific Accreditation Cooperation (PAC) telah berhasil memperoleh pengakuan di bidang akreditasi lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu pada tanggal 24 Agustus 2000, lembaga sertifikasi sistem manajemen lingkungan pada tanggal 8 Juli 2004 dan lembaga sertifikasi produk pada tanggal 18 Juni 2009 di tingkat Asia Pacific melalui PAC Multilateral Recognition Arrangement (MLA). Sedangkan di tingkat internasional, Komite Akreditasi Nasional (KAN) telah berhasil memperoleh pengakuan untuk bidang akreditasi sistem manajemen mutu tanggal 10 November 2000, bidang akreditasi sistem manajemen lingkungan tanggal 9 Oktober 2004 dan bidang akreditasi produk tanggal 19 Oktober 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>