Pagi ini seperti biasanya lihat-lihat tanaman sambal nyirami biar segar. Lihat kok sudah ada yg mulai kering daunnya, berarti siap dibongkar, eh ternyata dari satu pot dapat kunit lumayan banyak. Dari tanaman yang Ketika hijau meberikan hembusan angin dengan oksigen yang menyegarkan, kini setelah tuapun memberikan rimpang yang menyehatkah. Terimakasih ya Allah atas segala limpahan rahmatMu.

Sedikit mengenal tanaman ini ya.

Curcuma, ramuan abadi yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae, adalah genus penting dari sekitar 100 spesies. Genus ini berasal dari daerah tropis dan subtropis dan tersebar luas di Asia, Australia utara, dan Amerika Selatan. Selain itu, beberapa spesies Curcuma telah ditemukan di Afrika tropis, Amerika Tengah, dan berbagai pulau di Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik.

Di antara banyak spesies dari genus Curcuma, C. aromatica Salisb, C. longa L., dan C. zedoaria Rosc. adalah spesies terkenal yang telah banyak digunakan dalam obat-obatan di seluruh dunia. Banyak spesies Curcuma digunakan di Thailand, Nepal, India, Bangladesh, Indonesia dan Malaysia, untuk mengobati penyakit manusia, seperti keluhan bronkial, pneumonia, diare, keputihan, abses atau luka infeksi, dan disentri.

Curcuma longa (=C. domestica Valeton), umumnya dikenal sebagai kunyit, adalah spesies Curcuma yang paling penting. Rimpang spesies ini digunakan dalam memasak makanan. Kunyit memiliki beberapa sifat farmakologis, termasuk antidepresan, antioksidan, anti-inflamasi, hepatoprotektif, antidiabetik, antikarsinogenik, antimikroba, serta digunakan dalam mengobati gastrointestinal, penyakit kardiovaskular, dan gangguan neurologis.

Para peneliti menemukan bahwa ekstrak dari daun dan rimpang C. longa yang baru dipanen memiliki potensi antioksidan. Selain itu, ekstrak etanol ditemukan memiliki potensi antioksidan yang lebih tinggi daripada ekstrak air. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kunyit dapat berfungsi sebagai penangkal potensial terhadap penyakit virus COVID-19 yang mengancam jiwa dengan menghambat enzim protease utamanya.

Spesies curcuma mengandung monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Dalam sistem tumbuhan, terpenoid hadir sebagai minyak esensial di akar, daun, dan rimpang. Karena komposisi kimia ini, banyak manfaat kesehatan yang terkait dengan minyak rimpang C. longa, seperti perlindungan kardiovaskular, antihiperlipidemia, antiglikemia, antioksidan, antiplatelet, antiinflamasi, dan antiartritik telah dilaporkan.

Genus Curcuma telah dilaporkan efektif dalam memerangi patogen tanaman dan hama serangga yang menghambat tanaman pangan, dan bioefikasi ekstrak, minyak esensial, dan konstituen kimianya telah didokumentasikan, tetapi informasi ini tersebar di banyak makalah penelitian. Namun demikian, aplikasi potensialnya dalam industri pertanian pangan belum ditentukan. Ulasan sebelumnya tentang minyak esensial dan ekstrak spesies Curcuma mencakup aplikasi farmakologisnya, tetapi tidak aplikasi pengendalian hama dan penyakitnya.

Pustaka:

A.K. Pandey et al. Current Research in Biotechnology 3 (2021) 235–248