Asmaul Husna

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rakhmatnya kepada kita semua sehingga kita masih diber ikekuatan Iman, Islamdan Ikhsan. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada NabiMuhammad SAW,keluarganya,para sahabatdan pengikutnya hingga hari kiamat.

Amma ba’du

Pembahasan mengenai asmaul husna dapat kita jumpai pada berbagai buku yang tersebar dari berbagai penulis dan penerbit.Namun demikian, kebanyakan buku-buku tersebut membahas sesuai pandangan masing-masing penulis yang menerjemahkan setiap nama-nama Allah SWT.

Ibnu Katsir dalam kitabnya menjelaskan bahwa untuk menafsirkan Al Qur’an haruslah dari ayat-ayat dalam  Al Qur’an itu sendiri, jika dirasa masih kurang maka diikuti dengan sunnah Rasul melalui hadits-hadits yang shahih, jika dirasa masih belum mencukupi maka digunakan apa yang dilakukan oleh para sahabat, tabiin baru pandangan para ulama. Oleh sebab itu saya mencoba menyusun Asmaul husna ini yang berada dalam Al Qur’an melalui ayat-ayat Al Qur’an, kemudian baru dari Hadits dan seterusnya. Dalam tahap awal barulah dari Al Qur’an dan beberapa hadits.

Memahami asmaul husna sesuai dengan apa yang terkandung dalam Al Qur’an perlu kita lakukan karena asmaul husna hanyalah milik Allah dan cara yang dapat kita lakukan untuk memohon kepada Nya, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-A’raaf (7): 180.

“Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Ayat di atas jelas menjelaskan perlunya bermohon dengan menyebut asmaul husna dan meninggalkan orang-orang yang menyimpang dalam penyebutan nama-nama Nya. Oleh sebab itu dalam pembagian penyebutan asmaul husna pada buku ini tidak dibuat satu persatu namun dalam rangkaian karena asmaul husna sering disebut dalam Al Qur’an tidak secara tunggal namun antara satu nama digabung dengan nama yang lainnya.

Jumlah nama Allah menurut Hadits adalah 99 sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: “Dari Abu Hurairah r.a.,dari Nabi SAW, beliau bersabda: Sesungguhnya Allah SWT memiliki 99 nama, yaitu 100 kurang satu. Siapa saja yang menghafalkannya niscaya ia masuk syurga.”

Hadits inilah yang oleh para ulama digunakan untuk menyusun urutan asmaul husna yang mudah dihafal. Maksud para ulama sebenarnya adalah agar setiap orang mukmin mampu menghafalnya yang kemudian disertai pemahaman terhadap makna dan kandungannya.

Tulisan – tulisan berikuta bukanlah tafsir melainkan sebuah motivasi diri setelah membaca ayat-ayat tentang Asmaul Husna. Oleh sebab itu, jika isi yang terkandung tidak sesuai kaidah tafsir mohon dimaafkan. Sekali lagi iniadalah sebuah motivasi diri untuk menjadi lebih baik.

Kepada Allah SWT saya memohon agar tulisan singkat ini menjadikan amal yang ikhlas karena Nya. Dan semoga tulisan ini membawa manfaat bagi kita semua. Amiin. Pada kesempatan ini saya juga mohon masukkan dari saudaraku semua baik mengenai isi atau tambahan ayat dan hadits yang makin menambah penjelasan makna asmaul husna. Silahkan kirim email ke: nhidayat@ub.ac.id

Malang, Muharam 1433 H /Desember 2011

Penulis

Nur Hidayat

asmaulhusna jan 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>