Fungsi Nutrisi Bagi Mikroorganisme

October 6, 2013 by nurhidayat

Setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel. Unsur tersebut diberikan ke dalam medium sebagai kation garam anorganik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya. Beberapa golongan mikroba misalnya diatomae dan alga tertentu memerlukan silika (Si) yang biasanya diberikan dalam bentuk silikat untuk menyusun dinding sel. Fungsi dan kebutuhan natrium (Na) untuk beberapa jasad belum diketahui jumlahnya. Natrium dalam kadar yang agak tinggi diperlukan oleh bakteri tertentu yang hidup di laut, algae hijau biru, dan bakteri fotosintetik. Natrium tersebut tidak dapat digantikan oleh kation monovalen yang lain.

Jasad hidup dapat menggunakan makanannya dalam bentuk padat maupun cair (larutan). Jasad yang dapat menggunakan makanan dalam bentuk padat tergolong tipe holozoik, sedangkan yang menggunakan makanan dalam bentuk cair tergolong tipe holofitik. Jasad holofitik dapat pula menggunakan makanan dalam bentuk padat, tetapi makanan tersebut harus dicernakan lebih dulu di luar sel dengan pertolongan enzim ekstraseluler. Pencernaan di luar sel ini dikenal sebagai extracorporeal digestion.

Bahan makanan yang digunakan oleh jasad hidup dapat berfungsi sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor atau donor elektron. Dalam garis besarnya bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor tumbuh, dan sumber nitrogen.

Air

Air merupakan komponen utama sel mikroba dan medium. Funsi air adalah sebagai sumber oksigen untuk bahan organik sel pada respirasi. Selain itu air berfungsi sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolisme.

Sumber energi

Ada beberapa sumber energi untuk mikroba yaitu senyawa organik atau anorganik yang dapat dioksidasi dan cahaya terutama cahaya matahari.

Sumber karbon

Sumber karbon untuk mikroba dapat berbentuk senyawa organik maupun anorganik. Senyawa organik meliputi karbohidrat, lemak, protein, asam amino, asam organik, garam asam organik, polialkohol, dan sebagainya. Senyawa anorganik misalnya karbonat dan gas CO2 yang merupakan sumber karbon utama terutama untuk tumbuhan tingkat tinggi.

Sumber aseptor elektron

Proses oksidasi biologi merupakan proses pengambilan dan pemindahan elektron dari substrat. Karena elektron dalam sel tidak berada dalam bentuk bebas, maka harus ada suatu zat yang dapat menangkap elektron tersebut. Penangkap elektron ini disebut aseptor elektron. Aseptor elektron ialah agensia pengoksidasi. Pada mikrobia yang dapat berfungsi sebagai aseptor elektron ialah O2, senyawa organik, NO3-, NO2-, N2O, SO4=, CO2, dan Fe3+.

 Sumber mineral

Mineral merupakan bagian dari sel. Unsur penyusun utama sel ialah C, O, N, H, dan P. unsur mineral lainnya yang diperlukan sel ialah K, Ca, Mg, Na, S, Cl. Unsur mineral yang digunakan dalam jumlah sangat sedikit ialah Fe, Mn, Co, Cu, Bo, Zn, Mo, Al, Ni, Va, Sc, Si, Tu, dan sebagainya yang tidak diperlukan jasad. Unsur yang digunakan dalam jumlah besar disebut unsur makro, dalam jumlah sedang unsur oligo, dan dalam jumlah sangat sedikit unsur mikro. Unsur mikro sering terdapat sebagai ikutan (impurities) pada garam unsur makro, dan dapat masuk ke dalam medium lewat kontaminasi gelas tempatnya atau lewat partikel debu.

Selain berfungsi sebagai penyusun sel, unsur mineral juga berfungsi untuk mengatur tekanan osmose, kadar ion H+ (kemasaman, pH), dan potensial oksidasi-reduksi (redox potential) medium.

Faktor tumbuh

Faktor tumbuh ialah senyawa organik yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan (sebagai prekursor, atau penyusun bahan sel) dan senyawa ini tidak dapat disintesis dari sumber karbon yang sederhana. Faktor tumbuh sering juga disebut zat tumbuh dan hanya diperlukan dalam jumlah sangat sedikit.

Berdasarkan struktur dan fungsinya dalam metabolisme, faktor tumbuh digolongkan menjadi asam amino, sebagai penyusun protein; base purin dan pirimidin, sebagai penyusun asam nukleat; dan vitamin sebagai gugus prostetis atau bagian aktif dari enzim.

Sumber nitrogen

Mikroba dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk amonium, nitrat, asam amino, protein, dan sebagainya. Jenis senyawa nitrogen yang digunakan tergantung pada jenis jasadnya. Beberapa mikroba dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk gas N2 (zat lemas) udara. Mikroba ini disebut mikrobia penambat nitrogen.

Manajemen Laboratorium

September 8, 2013 by nurhidayat

pada hari Sabtu 7 September 2013 aku mendapat kesempatan untuk memberikan materi Manajemen Laboratorium pada SEMINAR PENINGKATAN MANAJEMEN LABORATORIUM di Universitas Katolik Widyakarya Malang.

Acara dihadiri oleh Rektor, Dekan, Ketua Jurusan dan ketua Laboratorium.

dalam kesempatan itu saya menyajikan bagaimana mengelola dengan baik sebuah laboratorium.

laboratorium harus mendokumentasikan semua yang ada agar mudah dilakukan pembenahan.

selain sistem dokumen juga harus diperhatikan adanya K3 dan layanan prima

laboratorium adalah tempat melakukan aktivitas penelitian sehingga harus menjadi tempat yang nyaman agar penelitian dapat berlangsung dengan baik. sesuatu yang aneh jika seorang dosen tidak pernah atau jarang melihat laboratorium tempat ia bekerja

 

 

Penelitian dan Pengabdian jamur tiram di Pakis

August 26, 2013 by nurhidayat

Pada hari Sabtu 24 Agustus 2013 Tim penelitian dan pengabdian dari Laboratorium Bioindustri berangkat ke Pakis untuk memulai pelaksanaan kegiataan. kegiatan dilaksankan di UKM milik bapak Sumanto yang menghasilkan jamur tiram 4-5 kuintal per hari dengan limbah mencapai 1 – 2 truk per minggu. limbah tersebut selama ini hanya dibuang di belakang rumah di daerah Poncokusumo sebagai tanah urug.
anggota tim yang berangkat adalah Nur Hidayat, Bu Ella dan Bu Beuty serta 4 orang mahasiswa yang terlibat. selama di lokasi tim juga didampingi ibu Sri sumarsih yang selama ini merupakan pelatih dan penulis budidaya jamur.
pakis60

BAHAN TAMBAHAN PANGAN

August 14, 2013 by nurhidayat

berikut beberapa hal dari Permenkes RI No 33 tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan
Bahan Tambahan Pangan yang selanjutnya disingkat BTP adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk rnempengaruhi sifat atau bentuk pangan.
BTP tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi secara langsung dan/atau tidak diperldkukan sebagai bahan baku pangan
BTP hanya boleh digunakan tidak melebihi batas maksimum penggunaan dalam kategori pangan
Pangan yang mengandung BTP atau sediaan BTP harus memenuhi persyaratan label pangan sesuai ketentuan perundang-undangan

download

Mangga

July 22, 2013 by nurhidayat

Mangga (Mangifera indica) merupakan buah yang banyak digemari karena rasanya yang manis dan segar. Mangga sering dikonsumsi baik dalam keadaan segar atupun olahan. Konsumsi buah dan sayuran alam jumlah tinggi seringkali dikaitkan dengan makin berkurangnya resiko terkena penyakit degenerative. Hal ini seringkali dikaitkan dengan adanya berbagai senyawa antioksidan di dalamnya. Namun demikian, buah ini tidak memiliki umur simpan yang lama dan mudah mengalami pembusukan ketika disimpan pada suhu kamar. Perlakuan dengan air panas setelah pemanenan  juga mengakibatkan percepatan proses pemasakan.

Klasifikasi mangga adalah sebagai berikut:

Kingdom              : Plantae

Class                      : Mangoliopsida

Phylum                 : Mangoliophyta

Order                    : Sapindales

Family                  : Anacardiaceae

Genus                   : Mangifera

Species                 : indica

Beberapa spesies mangga adalah: Mangifera altissima, Mangifera applanata Mangifera caesia, Mangifera camptosperma, Mangifera casturi, Mangifera decandra, Mangifera foetida, Mangifera griffithii, Mangifera indica, Mangifera kemanga, Mangifera laurina, Mangifera longipes, Mangifera macrocarpa, Mangifera mekongensis, Mangifera odorata, Mangifera pajang, Mangifera persiciformis, Mangifera quadrifida, Mangifera siamensis, Mangifera similis, Mangifera swintonioides Mangifera sylvactia, Mangifera torquenda, dan Mangifera zeylanica.

Nama daerah untuk mangga adalah Jawa: Pelem, Poh; Sansekerta: Ambrah, Madhuulii, Madhuula, Madhuulaka; Inggris: Mango; Hindi: Aam; Perancis: Mangot, Mangue, Manguier; Portugis: Manga, Manguiera; Belanda: Manja; Tamil: Ambiram, Mambazham, Mambalam, Mangai; Punjabi: Amb, Wawashi; Gujarat: Ambo, Keri; Kashmir: Amb dan sebagainya.

Pengolahan mangga baik skala besar maupun kecil dan juga konsumsi buah segar acapkali menghasilkan limbah yang cukup besar. Sebagai contoh, pengolahan mangga menjadi juice, nectar, puree, leather atupun jam akan menghasilkan limbah 35 – 65 % yang terdiri dari kulit, biji, dan bagian buah yang tidak terolah. Limbah mangga ini sebenarnya masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan ataupun produk pangan fungsional dan nutraceutical.

World Accreditation day

June 12, 2013 by nurhidayat

Pada hari Selasa 11 Juni 2013 saya mewakili LSIH UB menghadiri acara hari akreditasi dunia di KAN. berikut berita lengkapnya dari BSN
Menghadapi situasi dimana arus keluar masuk barang dari dan ke luar negeri semakin bebas, akreditasi memegang peranan penting dalam mengendalikan situasi tersebut. Akreditasi adalah pengakuan formal atas kompetensi lembaga penilaian kesesuaian untuk melakukan kegiatan penilaian kesesuaian tertentu.

Oleh karenanya, Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai institusi yang berperan dalam sistem akreditasi terus berusaha memperkuat diri agar keberterimaan dan kepercayaan terhadap hasil akreditasi oleh KAN terus meningkat.

akreditasi_05Maka, dalam rangka memperingati Hari Akreditasi Dunia Tahun 2013, Komite Akreditasi Nasional (KAN)/Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengadakan kegiatan Pertemuan Teknis Laboratorium, Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi bertema “Peranan Akreditasi Dalam Memfasilitasi Perdagangan Dan Skema Penilaian Kesesuaian Dalam Penguatan Daya Saing Perekonomian” di Jakarta (11/06/2013).

Pertemuan Teknis yang dihadiri oleh sekitar 900 stakeholder dari seluruh wilayah Indonesia itu, sekaligus untuk saling berkoordinasi secara sinergis diantara pihak-pihak terkait dalam mengimplementasi kerjasama di bidang akreditasi dan penilaian kesesuaian. Tentunya, dengan tujuan meningkatkan keberterimaan yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan nasional. Komunikasi juga perlu dibangun diantara regulator, lembaga penilaian kesesuaian, kalangan industri, konsumen dan KAN serta instansi terkait untuk lebih menjamin implementasinya.

Ketua KAN yang juga Kepala BSN, Prof. Bambang Prasetya dalam Opening Speech-nya mengatakan, tanggal 9 Juni 2008, ILAC dan IAF sepakat untuk pertama kalinya memperingati Hari Akreditasi Internasional, sebagai sarana untuk meningkatkan awareness dari berbagai pihak tentang pentingnya peran akreditasi kepada seluruh stakeholders. Peran akreditasi telah dibuktikan melalui berbagai survei, diantaranya yang dilakukan oleh ISO, UNIDO, dan IAF pada tahun 2010 s/d 2011. Dalam survey tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi yang terakreditasi memberikan keuntungan yang sangat positif bagi regulator/pemerintah, industri dan konsumen khususnya dalam hal manfaat ekonomi.

Di sisi lain, semua pihak terkait perlu memperhatikan penilaian kesesuaian –salah satunya akreditasi, dalam melaksanakan peraturan teknis. Wakil Menteri Perdagangan Alex S.W. Retraubun dalam kesempatan tersebut mengatakan, Sistem Penilaian Kesesuaian yang akan ditetapkan adalah untuk membuktikan bahwa produk yang dihasilkan oleh industri benar-benar memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Menurut Alex, ketersediaan Lembaga Penilaian Kesesuaian yang terdiri dari Lembaga Sertifikasi Produk (LsPro), Laboratorium Uji dan/atau Lembaga Inspeksi, harus menjadi perhatian baik secara kualitas maupun kuantitas.

Prof. Bambang menginformasikan, KAN telah menandatangani saling pengakuan (MRA dan MLA) untuk sistem akreditasi lembaga sertifikasi sistem manajemen, lembaga sertifikasi sistem manajemen lingkungan, lembaga sertifikasi produk, laboratorium uji, laboratorium kalibrasi, lembaga inspeksi dan laboratorium medis. Pada tahun 2013, KAN telah mampu menambah lingkup MRA laboratorium medik dan MLA PAC Sistem manajemen keamanan pangan sebagai negara pertama di asia pasifik yang mendapatkan perluasan lingkup keamanan pangan tersebut.

Hingga saat ini, ketersediaan Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yang sudah diakreditasi KAN mencapai 720 laboratorium penguji, 166 laboratorium kalibrasi, 28 laboratorium medis, 34 lembaga inspeksi, 30 lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu, 33 lembaga sertifikasi produk, 12 lembaga sertifikasi sistem manajemen lingkungan, 8 lembaga sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan, HACCP, lembaga sertifikasi pangan organik, 14 lembaga penilai pengelolaan hutan produksi lestari, 11 lembaga verifikasi legalitas kayu, 5 lembaga sertifikasi personel, dan 2 lembaga sertifikasi ekolabel. Lembaga penilaian kesesuaian tersebut diharapkan mampu memfasilitasi para pemangku kepentingan khususnya dalam meningkatkan akses pasar dalam perdagangan yang pada akhirnya meningkatkan daya saing perekonomian.

“KAN berusaha untuk terus meningkatkan kualitas akreditasi dengan mengembangkan skema penilaian kesesuaian yang dibutuhkan pasar dan yang menjadi tuntutan perkembangan teknologi terkini. Pada tahun 2013 skema yang dikembangkan antara lain sertifikasi sistem manajemen mutu peralatan kesehatan, provider reference material, green house gases, sistem manajemen energi dan Indonesia Sustainable Palm Oil,” tambahnya.

Menteri Negara Riset dan Teknologi, Prof. Gusti Muhammad Hatta menilai, Sistem Akreditasi yang telah dijalankan KAN selama ini dan Infrastruktur Riset dan Teknologi Nasional telah berjalan sinergi dalam mendukung pencapaian visi pembangunan jangka panjang nasional dan MP3EI. Infrastruktur Riset dan Teknologi bekerja di hulu dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan KAN mengalirkan produk riset yang dihasilkan ke hilir.

Pada pertemuan teknis tersebut, Prof. Gusti –didampingi Prof. Bambang berkenan menyerahkan sertifikat akreditasi kepada 56 laboratorium serta 5 lembaga sertifikasi pada pertemuan teknis tersebut. (dnw/nda)

Sumber : BSN

Kafein Pada Teh

May 7, 2013 by nurhidayat

Nur Hidayat

Banyak masyarakat yang menyukai minum teh dengan anggapan bahwa teh tidak mengandung kafein sehingga tidak membahayakan jantungnya. Benarkah demikian?banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa teh sebenarnya juga mengandung kafein.

Kandungan kafein pada teh bervariasi tergantung dari varietas ataupun klon teh yang ditanaman sebagai contoh teh klon 228, 318 dan 236 mengandung kafein 2 – 5 % sedangkan klon yang lain lebih rendah. Kafein sebenranya merupakan komponen yang penting pada teh.  The hijau mengandung kafein yang merupakan alkaloid yang dapat memiliki dampak negative bagi tubuh manusia apabila mengkonsumsinya dalam jumlah melebihi batas yang dapat ditoleransinya. Asupan kurang dari 300 mg per hari tidaklah membahayakan bagi orang dewasa tetapi mengkonsumsi kafein lebih dari 500 mg dapat mengganggu sistem syaraf dan menyebabkan vertigo.

Saat ini telah dikembangkan teknologi untuk mengurangi kandungan kopi pada teh hijau yang disebut dengan dekafeinasi. Metode yang digunakan adalah menggunakan pelarut organic, supercritical carbon IV oxide, dan air panas. Dekafeinasi juga dierapkan pada produk kopi.

Apa itu Kafein?

Kafein (1,3,7-trimethylxanthine) merupakan salah satu dari alkaloid purin yang dapat ditemukan pada lebih dari 60 spesies tanaman termasuk pada teh, kopi, kakao, cola, dan sebagainya. Kafein terakumulasi pada daun yang masih muda, buah, biji dan kotiledon. Biosintesis kafein melibatkan xanthosine à7-methylxanthosine à 7-methylxanthine à theobromine à kafein.

Pustaka

S.O. Aroyeun. 2013. Crude Fibre, Water Extracts, Total Ash, Caffeine And Moisture Contents As Diagnostic Factors In Evaluating Green Tea Quality.  Ital. J. Food Sci., vol. 25: 70 – 75.

 

Prashant Mohanpuria, Vinay Kumar, Robin Joshi, Ashu Gulati, Paramvir Singh Ahuja, and Sudesh Kumar Yadav. 2009. Caffeine Biosynthesis and Degradation in Tea [Camellia sinensis (L.) O. Kuntze] is under Developmental and Seasonal Regulation. Mol Biotechnol 43:104–111.

Membuat Pendahuluan pada naskah Skripsi

April 29, 2013 by nurhidayat

Membuat pendahuluan gampang-gampang susah, banyak mahasiswa terkendala pada Bab ini, Bab ini seringkali digunakan sebagai langkah awal seorang pembimbing untuk mengetahui maksud yang diinginkan oleh bimbingannya ketika akan maju membuat skripsi.
Pendahuluan dibuat dalam bentuk ringkas sehingga harus memuat hal-hal yang dapat disajikan agar orang yang membaca memahami apa yang akan anda sampaikan pada bab-ban selanjutnya.
Dalam pendahuluan, anda harus dapat menunjukkan masalah apa yang akan dibahas dan apa latra belakangnya. Latar belakang ini harus didukung oleh penelitian-penelitian sebelumnya sehingga orang akan tahu sejauh mana perkembangan masalah tersebut dan anda masuk ke sisi yang mana. Oleh sebab itu, membuat pendahuluan harus dimulai dari pengetahuan anada tentang masalah tesebut kemudian sampai sejauh mana hal tersebut telah diteliti. Sebagai contoh anda akan meneliti tentang ekstraksi pectin dari limbah nangka, maka anda harus mengetahui (dari pustaka) atau menyajikan berapa banyak kandungan pectin pada bahan tersebut, berapa potensinya dan sejauh mana cara ekstraksi yang telah diteliti, adakah kelemahan atau kekurangan dari penelitian yang telah ada? Jika telah anda temukan mulailah dari ini untuk menunjukkan masalah yang akan diteliti.
Pendahuluan pada dasarnya berguna bagi siapa saja yang akan membaca naskah anda apakah layak ataukah tidak. Jadi? Mulailah dengan hal yang menarik, ringkas, terstruktur dan memuat semua informasi yang dibutuhkan untuk mendukung ide anda atau jika sebagai laporan memuat informasi yang mengikuti perkembangan temuan anda.
Pada awal paragraph sebaiknya anda tidak bercerita tentang komoditasnya, tetapi mulai dengan permasalahan yang akan diteliti. Sebagai contoh di atas anda tidak perlu cerita tentang produksi nangka tetapi kebutuhan dan ekstraksi pectin. Tujuan penelitian adalah hal paling penting untuk disajikan maka tujuan harus didukung oleh pustaka-pustaka agar menjadi menarik. Mengapa anda melakukan penelitian ini juga harus muncul sehingga masalah dan manfaat penelitian akan terjabarkan dengan mudah.
Dalam pendahuluan, anda diperkenankan membahas pustaka yang ada sehingga mendukung hasil yang akan/telah anda peroleh secara global.Jika pendahuluan adalah untuk hasil maka sajikan hasil secara global, sedang jika untuk proposal sajikan apa yang akan diperoleh. Dalam pendahuluan untuk proposal dapat dimunculkan pertanyaan yang menjadikan pentingnya penelitian anda, sedang pada hasil dapat pertanyaan yang muncul dari hasil yang diperoleh. Susunlah pendahuluan dari hal umum ke hal khusus yang akan diteliti/dilaporkan.
Selamat membuat pendahuluan dan selamat mengerjakan skripsi.
Salam
Nur Hidayat

Biosintesis Flavanoid

April 19, 2013 by nurhidayat

Flavanoid adalah hasil metabolit sekunder tanaman yang mengandung inti C-15 phenylpropanoid, yang akan mengalami penataan kembali, alkilasi, oksidasi dan glikosilasi. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan dan juga menghambat estrogenic, antiviral, antibakteriak dan anti kanker. Proses biosintesis flavanoid merupakan proses yang panjang. Biosintesis flavanoid selain terjadi pada tumbuhan dapat pula terjadi pada khamir (Gambar).

Reaksi mula pertama melibatkan dua enzim dalam jalur phenylpropanoid yaitu phenylalanine ammonia lyase (PAL dan cinnmate 4-hydroxylase 9C4H) bersama-sama dengan cytochrome P450 reductase. Sistem multienzim ini mengubah phenylalanine menjadi r-coumaric acid. Kemudian enzim 4-coumaroyl:CoA-ligase akan mengubah r-coumaric acid menjadi coumaroyl-CoA. Coumaroyl-CoA akan diubah menjadi Chalcones dan oleh Chalcone isomerase akan terbentuk flavon,isoflavon dan antosianin.

Pustaka:

Joseph A Chemler, Yajun Yan and Mattheos AG Koffas. 2006. Biosynthesis of isoprenoids, polyunsaturated fatty acids and flavonoids in Saccharomyces cerevisiae. Microbial Cell Factories 5:20. 9p

biosintesis flavanoid

Tawaran artikel ke Jurnal Mikrobiologi (Akreditasi A)

April 10, 2013 by nurhidayat

Rekan peneliti dan akademisi yang kami hormati,

Microbiology Indonesia (MI) mengundang Anda untuk mengirimkan manuskrip Anda ke MI untuk diterbitkan pada edisi Juni 2013. MI adalah publikasi resmi Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia dan merupakan Open Access Journal (http://jurnal.permi.or.id/index.php/mionline), yang terakreditasi “A” (sangat baik) oleh DIKTI, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. MI juga terindeks di Directory of Open Access Journal (DOAJ) dan Google Scholar, sehingga artikel Anda akan dapat disitasi oleh masyarakat luas. Pada kesempatan ini, naskah yang dapat terbit pada edisi Juni akan diberi penghargaan sebesar 1 juta rupiah dalam bentuk: subsidi biaya cetak artikel, atau biaya perjalanan menghadiri PIT-PERMI tahun ini (http://www.permi.or.id/) di Pontianak, 17-19 Oktober 2013 (penerima penghargaan harus memilih salah satu di antaranya).

Persyaratan:
1. Manuskrip adalah artikel penelitian (bukan review), belum terbit di jurnal lain, mempunyai keaslian dan komprehensif, dan ditulis dalam bahasa Inggris yang baik dan benar, sehingga hanya memerlukan waktu singkat untuk proses review dan penyuntingan.
2. Manuskrip harus ditulis secara teliti dengan format sesuai dengan Guide for Author MI (http://jurnal.permi.or.id/index.php/mionline, lihat contoh artikel terbaru pada edisi on line). Mekanisme pengiriman dapat melalui email ke: microbiology@permi.or.id, atau microbiology.indonesia@gmail.com, atau on line submission pada laman MI di atas.
3. Manuskrip telah diterima oleh redaksi paling lambat tanggal 11 Mei 2013, dan penulis bersedia untuk berkomitmen memperbaiki naskah sampai dapat terbit tepat waktu di bulan Juni 2013.
Demikian undangan kami.
Kami menunggu partisipasi rekan-rekan semua.

Hormat kami,
Microbiology Indonesia
Chief Editor
Dr Debbie S Retnoningrum