Cinta, benci dan syukur

Banyak orang menginginkan memperoleh apa yang disebut dengan cinta baik itu mencintai ataupun dicintai dan saling mencintai. Namun demikian, banyak yang tak dapat memisahkan antar cinta dan benci karena tak ada syukur di dalamnya.
Cinta umumnya muncul karena ketertarikan kita pada seseorang, entah dari sisi manapun.kadangkala ketikacinta itu begitukuat seringkali kita mengabaikan lainnya termasuk akal sehat dan agama.
Banyak orang yang kemudian menyatukan rasa cinta mereka dalam sebuah perkawinan.
Perkawinan adalah penyatuan cinta yang resmi. namun demikian kadangkala penyatuan cinta ini tidaklah mudah, apalagi jika keduanya telah mengalami perkawinan sebelumnya atau salah satu dari mereka. ketika ada anak yang bukan bagian dari hidup sebelumnya.
Banyak orang menyebut adanya kejamnya ibu tiri, atau bapak tiri yang berkelakuan tidak benar bahkan anak tiri yang merasa direbut cintanya.
Banyak anak tiri yang membenci ibu tirinya karena merasa cinta sang ayah telah hilang. ia merasa ayahnya telah melupakan ibu yang ia cintai. Mereka sering lupa bahwa sang ayah/ibu mereka juga masih butuh cinta dan berbagi.
Maka ketikasang ayah/ibu mereka menikah lagi sang anak banyak yang membenci ibu/ayah barunya meski kebencian itu sering dipendam karena tak berani menyampaikannya dan diluapkan ketika ayah/ibu kandungnya pergi atau bahkan ketika telah tiada.
Kisah seorang bapak yang menikahi pembantunya diusia senja, ditentang habis-habisan oleh anak-anaknya yang berpendidikan tinggi. Sang bapak kemudian berkata pada anak-anaknya: apakah kalian sanggupmerawat bapak, diajak berbincang-bincang dikala senggang waktu pagi dan sore?membuat minum bapak? sementara kalian begitu sibuk? bapak menikah bukan karena masalah seks karena bapak sudah tua, tapi bapak ingin diusia tua ini dikala bapak sendiri maka yang menemani adalah istri bukan pembantu sehingga tidak dosa secara agama, dan ia telah lama mengasuh kalian….. mungkin ia juga tidak butuh bapak, tpi bapak butuh orang yang memahami bapak sebelum bapak menghadap Allah.
sang anak hanya terdiam, dan ketika wktu telah berjalan, anak-anak ini menyadari kalau membantu yang kini jadi ibunya adalah pengganti ibunya yang memang ia cintai, kini keluarga itu bahagia dan anak-anak dengan cinta dan syukur menyebut pembantunya itu ibu…… sungguh indah cinta
Kisah yang lain pula seorang wanita menikah dengan seorang duda, wanita lembut dan pandai ini ternyata tak disukai anak-anak tirinya padahal ia telah berusaha menanamkan cinta itu dengan penuh kasih. dan ketikasang bapak meninggal maka wanita ini selalu dirundung kemalangan. iasebenarnya memiliki penghasilan yang cukup untuk hidup namun ia telah menambatkan cinta pada seseorang yang ia maknai ia juga harus mencintai apa yang ditinggalkannya. namun ketragisan selalu muncul…. ia bahkan harus menghadapi kehidupan yang sedih dihari tuanya…. sebelum meninggal dokter mengatakan ia terkena infeksi karena ada gigitan tikus. Yah… cinta memang butuh pengorbanan.
Kebencian sang anak adalah karena mereka tidak mampu menerima kalau ayahnya memerlukan cinta. anak-anak hanya menganggap cinta ayah aruslah untuk ibunya, maka jika ada yang menggantikan haruslah dibenci…. mereka lupa bagaimana bahagianya sang ayah diakhir hidup dan amsa tuanya ia masih bisa tersenyum dan sang wanita itu harus mengakhir hidupnya dengan menahan tangis dan juga senyum.
apa yang dapat kita tarik makna dari kedua kisah itu?
cintailah seseorang….
janganlah menganggap ketika orang dekat kita menikah lagi sebagai wujud tidak cinta pada keluarga
cintailah orang yang dicintai oleh orang tercinta kita
syukurilah apa yang diberika Tuhan apda kita
janganlah mendominasi cinta kita kepada siapapun seakan hanyakitalah yang berhak dicintaidan mencintai
salam penuh kasih dan cinta
nur hidayat

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>