Meyakini dan Melaksanakan Rukun Iman adalah Bukti Keimanan seorang Muslim

January 27th, 2012 by nurhidayat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puja dan puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita sehingga dapat bertemu di majelis yang penuh Baroqah ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, para sahabat, tabiin dan seluruh umatnya hingga akhir jaman. Amiin.

Adik-adik yang dirakhmati Allah SWT, dalam kita beragama, maka hal yang tidak boleh kita lupakan adalah keimanan karena iman adalah landasan seseorang untuk meyakini apa yang dianutnya. Sebagai orang yang yang beragama Islam tentunya kita memiliki keimanan, sehingga kita mengenal apa yang disebut rukun iman. Apa itu rukun iman? Dalam sebuah hadits yang cukup panjang:

Dari Umar bin KHaththab r.a, beliau berkata: “Tatkala kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW pada suatu hari, tiba-tiba muncullah di tengah-tengah kami seorang laki-laki yang amat sangat putih bajunya, amat sangat hitam rambutnya, tidak ada bekas melakukan perjalanan dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu dia duduk di hadapan Nabi SAW dan menempelkan kedua lututnya kelutut Nabi SAW dan meletakkan kedua tangannya dipahanya sendiri…… Lalu dia berkata: Beritakan kepadaku tentang iman? Nabi bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malailkat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir dan engkau beriman kepada takdir baik dan buruk”. Ia berkata: “Engkau benar”………… kemudian orang tesebut pergi dan aku tinggal beberapa lama, lalu Nabi SAW bersabda: “Wahai umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya tersebut? Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajari urusan dien(agama) kalian”. (Hadits Riwayat/HR Muslim).

Hadits di atas menunjukkan bahwa pelajaran tentang rukun iman disampaikan Nabi kepada para sahabat dihadapan Malaikat Jibril. Hal ini menunjukkan bahwa rukun Islam merupakan petunjuk langsung dari Allah bukan karangan Rasulullah SAW apalagi manusia yang hanya merasa dirinya hebat.

Dalam hadits tersebut juga nampak urutan yang diajarkan Rasulullah SAW yaitu dimulai dari beriman kepada Allah hingga percaya kepada takdir baik dan buruk. Apa maknanya?

Untuk menjadi umat Islam yang baik maka langkah pertama yang harus kita tanamkan dalam hati dan perbuatan kita adalah beriman kepada Allah. Iman kepada Allah adalah membenarkan semua sifat-sifat Allah SWT yang kita kenal sebagai Asmaul Husna, misal Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemurah, Maha Benar dan sebagainya. Allahlah yang menciptakan bumi seisinya dan juga kita sesuai dengan ukuran yang pasti. Sebagaimana firman Allah dalam Qur’an surat (QS) Al – Qomar: 49:

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”

Oleh sebab itu, sebagai bukti keimanan kita kepada Allah SWT maka hanya Allah lah yang layak kita sembah sebagaimana firman Allah dalam QS Al Anbiyaa’ 25: 

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”

Iman kepada Malaikat maksudnya adalah membenaran bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, tidak pernah mendahului perintah Allah dan mereka senantiasa mengerjakan apapun yang diperintahkan Allah kepada mereka. Salah satu fungsi malaikat adalah ada yang ditugaskan untuk selalu mengiringi kita dan menjadi saksi segala apa yang kita lakukan yang akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah nantinya, sebagaimana firman Allah dalam QS Qaaf ayat 21:

Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia satu malaikat pengiring dan satu malaikat penyaksi”

Iman kepada kitab-kitab-Nya berarti kita harus meyakini keberadaan dan kebenaran kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan kitab Al Qur’an adalah penyempurna dan penutup dari seluruh kitab yang diturunkan kepada seluruh Nabi sebagimana firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Maa’idah ayat 48: “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…….”

Iman kepada para Rasul Allah adalah mengimani bahwa apa yang mereka kabarkan dari Allah SWT adalah benar, Allah menguatkan mereka dengan mukjizat sebagai bukti kebenaran mereka. Mencintai Allah dan Rasul-Nya harus lebih kita utamakan dari mencintai kehidupan seperti kekayaan dan keturunan agar kita tidak menjadi orang yang fasik sebagaimana firman Allah SWT dalam QS at-Taubah 24:

katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. 

Iman kepada hari akhir yaitu mengimani adanya hari kiamat, termasuk didalamnya kehidupan setelah kematian, dikumpulkannya makhluk hidup di padang mahsyar, adanya hisab, adanya syurga dan neraka tempat pemberian pahala bagi orang-orang yang beramal shalih dan siksa bagi orang-orang yang berdosa. Pahala bagi orang yang beriman adalah syurga sebagaimana firman Allah dalam QS As Sajdah 19:

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka syurga-syurga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. 

Sedangkan balasan bagi mereka yang ingkar adalah neraka seperti termaktub dalam ayat berikutnya (QS As Sajdah 20):  

Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya” 

Iman kepada takdir berarti mengakui dan membenarkan semua yang terjadi dan yang akan terjadi yang semuanya semata-mata kehendak Allah SWT semata sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ash-Shaaffat 96:

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat”

Dan siapa saja yang meyakini dan membenarkan semua urusan tersebut di atas (rukun iman) dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan serta tidak  terbersit sedikitpun keraguan dihatinya maka dia adalah mukmin sejati, baik itu diperoleh dari bukti-bukti yang pasti ataupun dari keyakinan yang kuat.

Demikian yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala khilaf yang ada karena kemampuan kami yang terbatas. Subhanaka Allahumma wabihamdika, Ashadu anla ala illa ha illa anta astaqfiruka waatubu ilaika. –  Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu

Wassalmualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

rukun Iman dengan huruf ayat untuk surah dari Al Qur’an

 

Enterobacter

January 26th, 2012 by nurhidayat

E. coli merupakan penyebab infeksi ekstraintestinal, penyebab infeksi saluran kemih (ISK), beragam infeksi intra-abdomen, pneumonia, meningitis, infeksi perangkat intravaskular, osteomielitis dan infeksi jaringan lunak. E. coli merupakan penyebab utama sepsis berat, dengan sepsis peringkat sebagai penyebab kematian kesepuluh di Amerika Serikat.
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan utama yang mempengaruhi jutaan orang setiap tahun. ISK biasanya dimulai sebagai infeksi kandung kemih, sering naik untuk mempengaruhi ginjal, dan akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal, bakteremia, sepsis berat, dan bahkan kematian. Escherichia coli adalah agen etiologi yang paling umum dari komunitas penderita ISK. Uropathogens lain, adalah Klebsiella pneumoniae, yang juga banyak ditemukan pada ISK.
Bakteri dari genus Enterobacter dianggap patogen oportunistik yang jarang menyebabkan penyakit pada individu sehat. Namun, E. sakazakii menjadi perhatian baik untuk industri makanan, kesehatan dan masyarakat dan telah terlibat dalam beberapa wabah dan kasus sporadis penyakit terutama neonatus. Kasus infeksi memiliki fatalitas tinggi 40 sampai 80 %, dan korban sering menderita gangguan neurologis yang parah.
E. sakazakii termasuk dalam famili Enterobacteriaceae (EB) dan bukan merupakan bagian dari mikroflora normal saluran pencernaan manusia atau hewan. Sedikit yang diketahui tentang ekologi, taksonomi, dan virulensi E. sakazakii. Meskipun reservoir dan modus penularan mikroorganisme ini belum jelas diidentifikasi, susu bubuk formula bayi ( PIF ) telah menjadikan sejumlah wabah meningitis neonatal. Karena kapasitasnya untuk mengumpulkan trehalosa, E. sakazakii memiliki kemampuan bertahan untuk jangka waktu yang lama dalam makanan dengan aktivitas air rendah dan dapat membentuk biofilm.

Mengenal Apa itu Laboratorium Pendidikan

January 24th, 2012 by nurhidayat

Dikutip dari: PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 02/V/PB/2010 dan NOMOR 13 TAHUN 2010 Tentang: PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN DAN ANGKAT KREDITNYA

Laboratorium pendidikan yang seranjutnya disebut raboratorium, adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, Berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistemitis untuk kegiatan penguJian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada rnasyarakat.

Tipe Laboratorium

Laboratorium Tipe l adalah laboratorium ilmu dasar yang terdapat di sekolah pada jenjang pendidikan menengah, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I dan II dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum untuk melayani kegiatan pendidikan siswa.

Laboratorium Tipe ll adalah laboratorium ilmu dasar yang terdapat di perguruan tinggi tingkat persiapan (semester I, Il), atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori l dan ll, dan bahan yang dikelola adalah bahan kateqori umum untuk melayani kegiatan pendidikan mahasiswa.

Laboratorium Tipe lll adalah laboratorium bidang keilmuan terdapat di Jurusan atau program studi, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori l, ll, dan lll, dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan pendidikan, dan penelitian mahasiswa dan dosen

Laboratorium Tipe lV adalah laboratorium terpadu yang terdapat di pusat studi fakultas atau universitas, atau unit pelaksana teknis yang menyelenggarakan pendidikan dan/atau pelatihan dengan fasilitas penunjang peralatan kategori I, II dan lll, dan bahan yang dikelola adalah bahan kategori umum dan khusus untuk melayani kegiatan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dan dosen.

Peralatan

Peralatan laboratorium yang selanjutnya disebut peralatan, adalah mesin, perkakas, perlengkapan, dan alat-alat kerja lain yang secara khusus dipergunakan untuk pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas.

Peralatan kategori 3 adalah peralatan yang cara pengoperasian dan perawatannya sulit, resiko penggunaan tinggi, akurasi/kecermatan pengukurannya tinggi. Serta sistem kerja rumit yang pengoperasiannya memerlukan pelatihan khusus/tertentu dan bersertifikat.

Peralatan kategori 2 adalah peraratan yang cara pengoperasian dan perawatannya sedang, resiko penggunaan sedang, akurasi/kecermatan pengukurannya sedang, serta sistem kerja yang tidak begitu rumit yang pengoperasiannya memerlukan pelatihan khusus/tertentu.

Peralatan kategori 1 adalah peralatan yang cara pengoperasian dan perawatannya mudah, resiko penggunaan rendah, akurasi/kecermatan pengukurannya rendah. serta sistem kerja sederhana yang pengoperasiannya cukup dengan menggunakan panduan (SOP, manual).

Bahan

Bahan laboratorium yang selanjutnya disebut bahan, adalah segala sesuatu yang diolah/digunakan untuk pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas.

Bahan khusus adalah bahan yang penanganannya memerlukan perlakuan dan persyaratan khusus.

Bahan umum adalah bahan yang penanganannya tidak memerlukan perlakuan dan persyaratan khusus

Karakteristik Pseudomonand

January 17th, 2012 by nurhidayat

Nur Hidayat

Karaktersitik umum kelompok pseudomonad adalah berbentuk batang lurus atau lengkung namum bukan vibriooid, ukuran 0,5 – 1,0 mm kali 1,5 – 4,0 mm; tidak membentuk spora, gram negative, flagella polar: tunggal atau banyak, tidak berselubung atau bertunas, metabolism respiratori, tidak fermentative meskipun mampu menghasilkan sejumlah kecil asam dari glukosa pada kondisi aerob. Menggunakan senyawa organic dengan berat molekul rendah, bukan polimer. Beberapa adalah khemolitotrof, menggunakan H2 atau CO sebagai satu-satunya donor electron. Beberapa dapat menggunakan nitrat sebagai aseptor electron secara amaeron. Beberapa dapat menggunakan arginin sebagai sumber energy secara anaerob.

Karakteristik minimal untuk identifikasi adalah: Gram negative, batang lurus atau bengkok, tidak membentuk spora, motil, flagella polar, oksidatif – fermentative pada medium glukosa; pada tabung tebuka, dihasilkan asam; pada tabung tertutup tidak dihasilkan asam; tidak dihasilkan gas dari glukosa (pembeda dengan bakteri enteric dan Aeromonas); oksidase hampir selalu positif (enteric adalah oksidase negative); katalase selalu positif (enteric adalah oksidase negative); katalase selalu positif; tidak memiliki pigmen fotosintetik (dapat dibedakan dari bakteri ungu non sulfur); indole negative, methyl red negative; Voges – Proskauer negative.

Karaktersitik umum kelompok pseudomonad adalah berbentuk batang lurus atau lengkung namum bukan vibriooid, ukuran 0,5 – 1,0 mm kali 1,5 – 4,0 mm; tidak membentuk spora, gram negative, flagella polar: tunggal atau banyak, tidak berselubung atau bertunas, metabolism respiratori, tidak fermentative meskipun mampu menghasilkan sejumlah kecil asam dari glukosa pada kondisi aerob. Menggunakan senyawa organic dengan berat molekul rendah, bukan polimer. Beberapa adalah khemolitotrof, menggunakan H2 atau CO sebagai satu-satunya donor electron. Beberapa dapat menggunakan nitrat sebagai aseptor electron secara amaeron. Beberapa dapat menggunakan arginin sebagai sumber energy secara anaerob.

Karakteristik minimal untuk identifikasi adalah: Gram negative, batang lurus atau bengkok, tidak membentuk spora, motil, flagella polar, oksidatif – fermentative pada medium glukosa; pada tabung tebuka, dihasilkan asam; pada tabung tertutup tidak dihasilkan asam; tidak dihasilkan gas dari glukosa (pembeda dengan bakteri enteric dan Aeromonas); oksidase hampir selalu positif (enteric adalah oksidase negative); katalase selalu positif (enteric adalah oksidase negative); katalase selalu positif; tidak memiliki pigmen fotosintetik (dapat dibedakan dari bakteri ungu non sulfur); indole negative, methyl red negative; Voges – Proskauer negative.

Pengurus Pusat APTA (Asosiasi Profesi Teknologi Agroindustri)

January 16th, 2012 by nurhidayat
Dewan Pakar (Badan Pelengkap): 
1.      Prof. Dr. Moch. Maksum, M.Sc (Universitas Gadjah Mada)
2.      Dr. Ir. Imam Santoso, MS (Universitas Brawijaya)
3.      Dr. Ir. G. P Ganda Putra, MP (Universitas Udayana)
4.      Dr. Ir. Hesty Heryani, M.Si(Universitas Lambung Mangkurat)
5.      Agung Nugroho, STP, MSc (Politeknik Industri Tanah Laut)
6.      Dr. Eng. Udin Hasanudin, M.T.( Universitas Lampung)
7.      Dr. Ir. Budiyanto, MSc (Universitas Bengkulu)
8.      Dr. Ir. Makhmudun Ainuri, M.Si.( Universitas Gadjah Mada)
9.      Ir. Arief Setyanto, MM (Praktisi Industri)
10.  Ir. Agus Nurudin, MSE (Praktisi Industri)
11.  Dr. Ir. Endy Suwondo, DEA (Universitas Gadjah Mada)
12.  Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE (Universitas Gadjah Mada)
13.  Ir. Agustinus Suryandono, M.App.Sc (Universitas Gadjah Mada)
 
Pengurus Pusat: 
Ketua Umum                                 : Dr. Henry Yuliando, STP, MM, M.Agr. (Universitas Gadjah Mada)
Ketua Bidang Organisasi Profesi: Dr. Ir. Imam Santoso, MS (Universitas Brawijaya)
Ketua Bidang Kerjasama             : Dr. Eng. Udin Hasanudin, MT. (Universitas Lampung)
Sekretaris 1                                    : Dr. Mirwan Ushada, STP, M.App.Life Sc. (Universitas Gadjah Mada)
Sekretaris 2                                    : Dr. Ir. Hesty Heryani,M.Si (Universitas Lambung Mangkurat)
Bendahara 1                                  : Novita Erma Kristanti STP, MP (Universitas Gadjah Mada)
Bendahara 2                                  : Ir. Sri Mulyani, MP (Universitas Udayana)

Shalat di Waktu Rapat

January 16th, 2012 by nurhidayat

peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha’. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’ (QS Al Baqarah: 238)”

Shalat adalah kewajiban bagi setiap muslim setelah kita bersyahadat. Dalam keseharian dan dengan alas an berbagai kesibukan dunia, seringkali dalam melaksanakan shalat kita terkesan sekedar melaksanakan kewajiban, bukan memelihara shalat.

Perintah “peliharalah segala shalat(mu)” mengindikasikan adanya kecenderungan kita untuk tidak shalat dengan benar. Memelihara shalat mestinya kita maknai bahwa kita mempersiapkan diri dengan baik sebelum menjalankan shalat. Sebelum shalat kita laksanakan, maka kita menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang mengarah pada pengabaian menuju shalat.

Persiapan dan menjaga diri yang paling berat adalah disaat siang dan sore hari karena waktu tersebut adalah waktu yang paling sibuk bagi manusia untuk urusan dunia.

Waktu shalat Dhuhur dan Ashar sering terabaikan dengan segala kesibukan. Jangankan mempersiapkan, bahkan sering kali terlewatkan atau setidaknya kita melaksanakan shalat dengan tergesa-gesa. Saat waktu shalat datang, kadang rapat sedang seru-serunya sehingga tidak mungkin ditinggalkan. Seringkali ketika terdengar kumandang adzan, rapat dihentikan sejenak dan saat adzan usai kegiatan berlangsung kembali dan bukannya mengerjakan shalat.

Tentunya akan lebih nikmat jika saat terdengar adzan berkumandang, rapat dihentikan untuk mempersiapkan shalat berjamaah dan setelah itu rapat dapat dilangsungkan kembali. Andai cara ini dilakukan mungkin kita kita akan semakin memahami “berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk”karena seluruh peserta rapat ikut berjamaan dan masuk kembali dengan kecerahan hati.

Mampukan kita memelihara shalat dan berdiri dengan khusyuk disaat kita sibuk sehingga kita mamapu memelihara shalat Wusthaa?

Hanya hati dan kemauan diri kita yang harus menjawab.

Semoga kita mampu memelihara shalat dan tidak sekedar mengerjakan shalat

Mohon maaf jika ada salah dalam memahaminya, karena ini memang bukan tafsir tapi mencoba memahami ayat-ayar Al Qur’an dari hidup keseharian.

 

Tiwul dari ganyong

January 12th, 2012 by nurhidayat

Tiwul adalah makanan setengah basah, bertekstur lembut setengah padat, merupakan hasil pengukusan tepung gaplek atau tepung singkong yang telah diuleni dengan ditambahkan air hingga basah dan dibentuk butiran-butiran yang seragam dan dikukus selama 20-30 menit. Tiwul dapat pula dikeringkan menjadi tiwul instan tradisional yang tahan disimpan lebih dari satu tahun (Rahayu, 2004). Namun, kendala yang dihadapi oleh agroindustri tiwul instan saat ini yaitu kurangnya ketersediaan bahan baku utama berupa ubi kayu atau singkong karena telah banyak produk olahan berbahan baku sama sehingga produsen harus mencari ubi kayu ke daerah lain agar proses produksi tiwul instan berjalan lancar.

Unit Usaha “X” yang berada di Desa Tawangsari Kecamatan Pujon merupakan unit usaha di bidang pertanian, salah satunya umbi ganyong. Pada tahun 2008, jumlah ganyong yang dihasilkan antara 50-70 ton sehingga ganyong dapat dijadikan sebagai tepung substitusi dalam pembuatan tiwul. Dengan adanya produksi tiwul instan dari tepung ganyong, produk yang dihasilkan oleh unit usaha “X” akan lebih beragam. Namun, saat ini belum ada proporsi antara tepung gaplek dan tepung ganyong agar diperoleh tiwul instan yang baik, sehingga perlu adanya penelitian untuk mencari proporsi terbaik dalam pembuatan tiwul instan. Selanjutnya, diperlukan juga analisis finansial agar produk ini dapat diproduksi secara riil. Selain itu, penambahan atau penggantian bahan baku tepung gaplek dengan tepung ganyong dalam pengolahan tiwul instan akan mempengaruhi mutu akhir tiwul instan sehingga perlu dilakukan studi penerimaan produk agar produsen dapat mengetahui bahwa produk yang akan dipasarkan dapat diterima atau belum dapat diterima oleh konsumen.

Keistimewaan kalender jawa, kapan tanggal lahir anda menurut kalender Jawa?

January 11th, 2012 by nurhidayat

Dalam kalender jawa kita mengenal windu (atau 8 tahun) dalam bahasa Indonesia kita sering mengatakan sewindu namun tak tahu maknanya. untuk kepentingan apa sebenarnya hitungan windu digunakan. Kita sering mengenal berbagai istilah dalam kalender namun tak pernah tahu apa maknanya. Tapi para leluhur masyarakat Jawa justru menggunakan nama untuk pehitungan (hisab) yang teliti dan ilmiah. Kalau tanggalan Islam kadang ada pertentangan maka di Jawa hampir tidak ada. sayang masyarakat jawa sendiri justru melupakannya. malu kalau menggunakan kalender Jawa.

Apa istimewanya Kalender jawa?

Masyarakat Jawa memiliki nama hari yang digandeng dengan pasaran yang memudahkan hitungan untuk peringatan tertentu misal seratus hari seribu hari dan sebagainya.

Masyarakat Jawa juga menamai tahun menjadi 8 yaitu: ALIP, EHE, JIMAWAL, JE, DAL, BE, WAWU DAN JIMAKIR.

Terlepas apa makna nama tadi tapi dari nama tadi orang Jawa dapat tahu hari apa tanggal 1 Syawal, (Bada), 12 rabiulawal (mulud), 1 Muharaam (suro) dan 10 Dzulhijjah (besar).hebatnya lagi tanggal tanggal istimewa dalm islam tadi hari dan pasarannya sudah dipastikan. jadi tidak mungkin hari dan psaran lain. Tanggal 1 Suro dan 12 Mulud selalu memiliki hari dan pasaran yang sama. Jika hanya melihat hari tanpa pasaran maka 1 Suro, 12 Mulud dan 1 Sawal memiliki hari yang sama. dan idhul adha mundur 2 hari. gampang kan ngingatnya.

Tahun ALIP: tgl 1 Suro dan 12 mulud jatuh hari Selasa Pon, 1 Syawal Selasa Wage dan Idhul adha Minggu Pahing.

Tahun EHE: tgl 1 Suro dan 12 mulud jatuh hari Sabtu Pahing, 1 Syawal Sabtu Pon dan Idhul adha kamis legi

Tahun JIMAWAL: tgl 1 Suro dan 12 mulud jatuh hari Kamis Pahing, 1 Syawal Kamis Pon dan Idhul adha Selasa Legi.

Tahun JE: tgl 1 Suro dan 12 mulud jatuh hari Senin Legi, 1 Syawal Senin Pahing dan Idhul adha Sabtu Kliwon.

Tahun DAL: tgl 1 Suro dan 12 mulud jatuh hari Jumat Kliwon, 1 Syawal Jumat Legi dan Idhul adha Rabo Wage.

Tahun BE: tgl 1 Suro dan 12 mulud jatuh hari Rabo Kliwon, 1 Syawal Rabo Legi dan Idhul adha Senin Wage.

Tahun WAWU: tgl 1 Suro dan 12 mulud jatuh hari Minggu Wage, 1 Syawal Minggu Kliwon dan Idhul adha Jum’at Pon.

Tahun JIMAKIR: tgl 1 Suro dan 12 mulud jatuh hari Kamis Pon, 1 Syawal Kamis Wage dan Idhul adha Selasa Pahing.

Tahun DAL disebut tahun besar karena 1 syawal, 12 Mulud dan 1 Muharam jatuh pada hari Jum’at.

Hisab Jawa ditulis dalam tembang jawa yaitu Mijil dan Dhandahanggula sehingga mudah dipahami.

Anda mau tahu tahun apa anda lahir? juga tanggal jawa atau Hijriah anda? silahkan tulis dalam komentar

Jalan Sehat dan stiker

January 9th, 2012 by nurhidayat

Pada hari Minggu 8 Januari 2012 dalam rangka HUT UB dilakukanlah jalan sehat bagi seluruh civitas akademika. Acara cukup meriah dengan dimulai oleh Drum Band SMUnya UB lumayanlah…. jalur yang ditempuh seperti tahun-tahun sebelumnya tapi setidaknya dapat ngobrol sambil jalan-jalan

makanan kali ini seragam tak seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga takdapat memilih.

acara hiburan berlangsung cukup lama dengan berbagai hadiah…….

sayangnya beberapa teman kehilangn stiker motor (termasuk aku), rupanya masalah stiker menjadi polemik.

Stikeryang mungkin harganya tak seberapa tapi mampu menghemat biaya masuk UB

mestinya untuk staf tak perlu ada stiker cukup menunjukkan keplek saja biar dipakai tiap hari daripada disimpan

pencurian stiker oleh mahasiswa (karena untuk staf dosen dan karyawan gratis)adalah pelajaran yang menyedihkan yaitu menghalalkan segala cara untuk mendapat keuntungan sekecil apapun. dan ini jika tidak dianggap dosa saya tidaktahu akan jadi apa generasi penerus bangsa ini.

semoga ada cara yg lebih baik untuk mengganti stiker agar tidak mencetak jiwa2 pencuri

salam

Tasyakuran S2 TIP

January 6th, 2012 by nurhidayat

Pada hari Kamis 5 Januari 2012 usai acara ultah Universitas Brawijaya, Jurusan TIP mengadakan tasaykuran karena telah diperolehnya akreditasi untuk program S2

akreditasi ini menjadi penting karenasebagai wujud keseriusan pengelolaan pembelajaran.

sambutan dimulai oleh Ketua Jurusan TIP: Dr. Ir. Wignyanto, MS dan diikuti sambutan oleh Ketua Program S2 TIP: Dr.Ir. Susinggih Wijana, MS dan diakhiri oleh Pembantu Dekan I Dr. Ir. Bambang Dwiargo

Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan karaoke bersama