Bioetanol dari mikroalgae

November 7, 2018 by nurhidayat

Bioetanol kini menjadi energy alternative yang dilirk setelah ketersediaan minyak bumi semakin menipis. Bioethanol yang diproduksi juga mulai dipikirkan tentang bahan baku yang digunakan agar tidak mengganggu ketersediaan pangan. Berdasarkan bahan bakunya bioethanol dikelompokkan dalam beberapa generasi. Generasi pertama adalah penggunaan sumber-sumber pangan seperti jagung, gandum, tebu dan sebagainya. Generasi pertama ini menimbulkan perdebatan terkait dengan persediaan pangan dan ketahanan pangan disamping orang masih memandang kecukupan ketersediaan minyak bumi. Generasi kedua adalah mulai digunakannya limbah berlignoselulosa. Keterbatasan generasi ini adalah sulitnya merombak lignoselulosa menjadi gula yang siap difermentasi. Harga enzim yang mahal menjadi kendala. Generasi ketiga adalah menggunakan microalgae. Penggunaan microalgae dianggap tidak berkompetisi dengan pangan. Mikroalgae adalah algae mikroskopik atau mikroorganisme uniselular fotosintetik yang umum ditemukan di lingkungan beraiaran baik laut ataupun air tawar. Keunggulan microalgae dibandingkan dengan tanaman adalah rendahnya kadar lignin pada microalgae. Kandungan karbohidrat pada microalgae bervariasi dari 10 sampai dengan 47 %. Berdasar berat kering.
Tahap yang cukup penting dalam produksi bioethanol dari microalgae adalah “pretreatment” yaitu memecah karbohidrat menjadi gula yang akan dfermentasi menjadi etanol. Metode yang sering digunakan dalam pretreatment adalah secara kimia, enzimatis ataupun mekanis. Cara kimia misalnya hidrolisis dengan asam, basa, ammonia atau CO2. Cara enzimatis umumnya menggunakan enzim amilase dan amiloglukosidase dengan suhu sekitar 70 – 900C. cara mekanis misalnya dengan High pressure, homogenization, ultrasonic, ataupun kombinasi treatment.
Proses fermentasi merupakan proses inti dalam produksi bioethanol. Mikroorganisme yang sering digunakan adalah khamir dari spesies Saccharomyces cerevisiae. Selain itu beberapa khamir yang juga digunakan adalah Brettanomyces custersainus, Pichia stipitis, dan Klebsiella oxytoca. Bakteri juga dapat digunakan untuk produksi bioethanol diantaranya adalah Escherichia coli, Klebsiella oxytoca dan Zymomonas mobilis.
Tahap berikutnya adalah pemurnian etanol dari air sehingga mencapai konsentrasi 99,99%.

mencegah kanker dengan susu fermentasi

October 31, 2018 by nurhidayat

nur hidayat
Susu fermentasi kini banyak dikonsumsi orang sebagai pengganti susu segar. Hal ini disebabkan adanya citarasa yang lebih enak dibandingkan dengan susu segar dan adanya berbagai informasi yang menunjukkan bahwa susu fermentasi memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan susu segar. Susu fermentasi diketahui mampu digunakan untuk mencegah tekanan darah tinggi karena adanya biopeptida yang dapat menghambat kerja enzim ACE yang dhasilkan oleh paru-paru.
Susu fermentasi umumnya menggunakan mikroorganisme bakteri Lactobacillus sp yang sebagian besar merupakan organisme prpbiotik yaitu organisme yang memberikan manfaat bagi tubuh dan dapat meningkatkan system imum. Bakteri Lactobacillus juga dapat menjadikan susu fermentasi misalnya yogurt memiliki aktivitas sebagai antikanker.
Salah satu senyawa yang dianggap dapat berperan sebagai antikanker aadalah asam lemak tidak jenuh misalnya asam linoleate terkonjugasi (ALT) atau dalam Bahasa ilmiahnya disebut dengan asam oktadekadienoat (C18:2). ALT umum terdapat dalam produk susu karena dihasilkan oleh jalur biohidrogenasi pada perut sapi akibat aktivitas bakteri rumen. Namun demikian, julah ALT dalam susu relative rendah. Oleh sebab itu perlu dilakukan peningkatan kandungan ALT pada susu. Cara yang pertama adalah pengaturan pakan dan cara yang kedua adalah perlakuan pada susu yang dihasilkan.
Beberapa bakteri Lactobacillus diketahui mampu menghasilkan ALT diantaranya adalah L. acidophilus, L. casei, L. plantarum dan L. lactis. Lactobacillus lactis merupakan spesies yang mampu menghasilkan ALT paling tinggi.

Limbah Kopi

October 1, 2018 by nurhidayat

Siapa yang tak kenal kopi?

hampir semua orang mengenal minuman kopi, baik yang suka ataupun yang tidak

apakah kita pernah membayangkan, berapa jumlah limbah yang dihasilkan per harinya dari orang yang mengkonsumsi kopi? tanpa harus menghitung limbah yang dihasilkan selama proses maka jika tiap konsumen kopi membuang ampas kopi sebanyak 10 gram per hari, dapat kita bayangkan berapa ton limbah kopi per hari yang tersia-siakan.

Limbah kopi di tingkat konsumen ini sebenarnya kadar kafeinnya telah berkurang banyak karena larut dalam minumannya namun jumlah gulanya dapat meningkat karean rata-rata konsumen kopi menambahkan gula dalam minumannya.

jika limbah ini dikumpulkan tentu akan menjadi sumber inovasi yang menggiurkan

limbah kopi ini dapat diubah menjadi:

1. Biogas

2. Biochar

3. arang

4. bio oil

5. Bio etanol

6. Bio disel

7. gliserol

8. polimer

9. biosorbent

10 dan sebagainya

semua tergantung kita apakah akan membuangnya sebagai limbah yang memenuhi tempat pembuangan sampah atau menjadi berkah

 

Garam dan Mikrobiota Usus

May 25, 2018 by nurhidayat

Bagai sayur tanpa garam itu istilah yang sering kita gunakan untuk mengatakan sesuatu yg hambar. Rasanya hampir tiap hari kita mengkonsumsi garam. berapa banyak? WHO merekomendasikan maksimum 5 gram per hari. Pernahkan kita menghitungnya?
Kita semua juga tahu bahwa garam dapat menimbulkan penyakit seperti jantung, darah tnggi dan sklerosis.
bagaimana dengan mikrobiota dalam usus kita? apakah juga tahan terhadap garam? jika tidak, apakah juga akan mengganggu kesehatan kita?
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wilck dkk yang dipublikasikan pada Nature 2017 vol 551 menunjukkan bahwa diet tinggi garam pada tikus dan manusia akan menurunkan jumlah bakteri teutama dari genus Lactobacillus, Oscilibacter, Pseudoflavonifractor, Clostridium, Johnsonella, dan Rothia sedangkan yang meningkat jumlahnya adalah Paraseutterella spp

Apakah makanan kita mengandung silikon?

April 16, 2018 by nurhidayat

Mendengar kata silicon bayangan kita yang selalu muncul adalah suntik silicon untuk mengubah tubuh kita agar tambak lebih indah. Kegagalan suntik silicon sering menjadi momok bagi mereka yang menginginkannya. Tapi benarkah silicon hanya untuk mempercantik, apakah kita tidak membutuhkan silicon? Ataukah jangan2 kita malah sering mengkonsumsinya?
Pada dasarnya semua binatang termasuk kita manusia membutuhkan silicon. Silokon berpengaruh positif bagi struktur kulit dan tulang kita, menambah panjang rambut, menguatkan kuku dan mengurangi resiko atherosclerosis. Silikon juga mampu menstimulasi sintesis kolagen tipe I dan mineralisasi tulang.
Kita masih diijinkan mengkonsumsi silicon sekitar 10 – 25 mg/hari namun tidak dianjurkan untuk konsentrasi di atasnya. Silikon secara alami sering terdapat pada makanan dalam beberapa bentuk seperti phytolytic silica, orthosolicic acid dan turunannya, serta polydimethylosiloxane (PDMS). Silicon seringa da dalam produk makanan kita ada bersama-sama dengan natrium, magnesium. Kalsium dan aluminium silikat. PDMS dan SiO2 sering digunakan sebagai food additive yang berfungsi sebagai anti-foaming, anti-coating, penjernihan dan beberapa fungsi lainnya. Maksimum yang diijinkan untuk SiO2 adalah 1% pada makanan berbentuk tepung kering, sedangkan kandungan silikat yang digunakan sebagai karier pewarna makanan tidak boleh lebih dari 900 g/kg.
Silikon diserap oleh penceranaan sebagai orthosilicic acid termasuk bentuk oligomernya yang kemudian dieksresikan oleh ginjal. Tingkat toksik akan terjadi jika mengkonsumsi sebanyak 700 mg/hari dan berbahaya jika mencapai 3 g/hari. Oleh sebab itu rajin-rajinlah membaca informasi yang ada pada kemasan agar kita terhindar dari konsumsi silicon secara belebihan.
Berikut beberapa contoh produk instan yang kemungkinan mengandung silicon (mg/100 g), penelitian dilakukan di suatu Negara yang cukup peduli pada kesehatan (merk produk tidak kami cantumkan). Sup kacang (0,46 – 5,28), sup tomat (42 – 158), sup jamur (1-10), sup mentimun (1-4), sup brokoli (4-6), spagethi (47 – 68), puree (1-3), jelly (1-3), pudding (1-5), dan sebagainya.
Konsumsilah makanan olahan dengan bijak.
Sumber: Food Chemistry 135 (2012) 1756–1761

Daun Singkong

April 9, 2018 by nurhidayat

siapa tidak kenal daun singkong?

Apalagi penggemar masakan Padang. Daun ini muncul diantara menu yang serba hewani.

Lalu mengapa daun singkong menjadi penting di masakan Padang? Saya tdk tahu krn sy bukan orang Padang dan belum pernah nanya juga.

Apa sih kelebihan dan keistimewaan daun singkong? Daun singkong kaya vitamin dan mineral shg baik unt ibu2 menyusui krn meningkatkan produksi as (mirip daun katuk ya), tetapi harus diperhatikan adanya toksin. Semakin tua daun singkong maka semakin berkurang proteinnya terutama kandungan asam amino lisin, prolin dan asam glutamat, namun ada peningkatan thd glisin dan fenilalanin.

Toksin pada daun simgkong adalah glikosida sianogen, sedangkan faktor2 anti nutrisinya spt serat, tanin, polifenol dan asam fitat. Toksin pada daun singkong dpt dikurangi melalui proses pengolahan yg benar. Polifenol sebenarnya bwrsifat sbg antiokaidan, namun dpt mengikat mineral penting shg menjadi tdk tersedia bagi tubuh. Sumber:

Trends in Food Science & Technology. 2015. 44: 147 – 158

Mikroplastik (1)

March 17, 2018 by nurhidayat

Akhir2 ini isue mikroplastik dalam air kemasan marak beredar shg banyak orang yg takut mengkonsumsi air kemasan
Apa itu mikroplastik?
Bagaimana bisa muncul pada air?
Apa bahayanya?
Jika ditulis semua tentu jadi artikel yg panjang, maka tulisannya dipotong2 aja ya
Apa itu mikroplastik?
Berdasar asalnya maka dikenal dg istilah mikroplastil primer (MP) dan mikroplastik sekunder (MS). Yang termasuk MP adalah bahan plastik spt resin, shower gel dan sejenisnya. MS adalah produk degradasi plastik oleh UV atau abrasi fisik shg terbentuk fragmen plastik.
Mikroplastik berdasar ukurannya diklasifikasikan menjadi mikroplastik (>25mm), mesoplastik (5-25mm), mikroplastik besar (1-5mm), mikroplastik kecil (20 mikrometer – 1mm), dan nanoplastik (<20 mikrometer)
sekian dulu ya

Mikroorganisme

February 4, 2018 by nurhidayat

Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang berukuran kecil atau sederhana.

beberapa atau sebagian besar mikroorganisme memang berukuran kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat pembesar seperti mikroskop. namun ada pula yang dapat dilihat dengan mata telanjang misalnya jamur.

ada hal yang menarik dari mikroorganisme.

mikroorganisme ada yg bersel tunggal dan ada yang multiselular. Makhluk yang hanya terdiri dari satu sel ternyata mampu mempengaruhi kehidupan di dunia. ada yang menyebabkan penyakit, ada yang dapat dimanfaatkan untuk membentuk produk dan ada yg bersimbiosis dengan makhluk hidup lainnya

Meski kita sering menganggap mikroorganisme tak mampu berpikir karena tak memiliki otak, namun mereka ternyata mampu berkomunikasi satu dengan yang lainnya. mungkin manusia salah atau terlalu sombong sehingga menganggap hanya dengan otaklah kita berpikir dan menjadi hebat.

Beberapa waktu yang lalu, difteri menjadi wabah di negara kita. kita dibuat kelabakan. kadangkala otak kita salah berpikir.

Allah menciptakan makhluk untuk berbagai keperluan dan untuk dipelajari, bukan dibiarkan dan pasrah pada Tuhan ketika sakit.

Tuhan menciptakan makhluk yang kecil yg mampu menyebabkan sakit atau sangat bermanfaat, agar kita mempelajari karena pada mikroorganisme ada kemudahan dikaji bagi mereka yang mau mempelajari ciptaan Allah.

maka dari itu, mempelajari ciptaan Allah seperti belajar mikrobiologi merupakan salah satu wujud meyakini keberadaan Allah dangan segala kekuasaanNya

Buku 2018

Substrat dalam Mikrobiologi Industri

September 10, 2017 by nurhidayat

Substrat merupakan bagian yang penting dalam bidang mikrobiologi industry. Substrat dibutuhkan dalam industry yang melibatkan mikroorganisme karena

  1. Mikro-oganisme untuk tumbuh dan menghasilkan produk, membutuhkan makanan. Makanan ini disebut substrat. Substrat yang sesuai sangat dibutuhkan.
  2. Selama pertumbuhan tersebut, mikroorganisme akan menggunakan substrat dan menghasilkan metabolit atau sel tergantung apa yang akan kita hasilkan
  3. Selama pertumbuhan mikroorganisme juga menghasilkan enzim. Enzim dibutuhkan untuk merombak substrat sehingga dapat membantu pertumbuhan organisme tersebut atau bahkan menjadi produk yang dapat dipanen untuk digunakan dalam proses yang lain.

Penggunaan enzim hasil dari mikroorganisme ini kini sudah sangat luas terutama enzim ekstra-selular. Salah satu contoh adalah enzim yang digunakan untuk mendegradasi lignoselulosa. Enzim ini banyak dihasilkan oleh jamur. Jamur pendegradasi lignoselulosa yang seing digunakan adalah Trichoderma spp yang menghasilkan enzim selulase dan xylanase. Enzim-enzim ini digunakan untuk biopulping. Untuk menggunakan enzim ini yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kita mengekstrak dan memurnikan enzimnya sehingga aktivitasnya tetap terjaga

Belajar dar Mikroskop

February 22, 2016 by nurhidayat

Mikroskop merupakan alat yang banyak digunakan dalam mempelajari Mikrobiologi. alat ini memiliki kemampuan yang beragam tergantung jenisnya. dapat mengamat mulai dari perbesaran 100 kali hingga 250.000 kali.
salah satu hal yang menarik dari mikroskop adalah ia hanya mengamati dan membuat lebih detil preparat yang ada padanya bukan yang jauh darinya. preparat tadai akan dapat kita amati secara detil sehingga kita dapat memeproleh pengetahuan yang lebih baik.
begitu juga dengan hidup
marilah kita berbuat seperti mikroskop
hanya mengamati apa-apa yang ada pada kita bukan apa-apa yang ada pada orang lain.
kita amati dengan detil agar kita tahu kekurangannya untuk kita perbaiki.
kita selalu instrospeksi pada hal-hal yg mungkin kita anggap kecil tapi dapat menjadi besar
kita tidak perlu mengoreksi kelemahan orang lain apalagi sampai menyakiti
setiap hari kita pahami diri kita, apa yg masih kurang baik
kita syukuri apa yang telah diberikan Allah
dan jatidiri baru akan selalu muncul dari jiwa yang introspeksi dan penuh syukur
selamat belajar materi mikroskopi
salam
Nur Hidayat